Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda — Peningkatan kualitas rumah sakit daerah dinilai tidak cukup hanya melalui pembangunan gedung dan penambahan fasilitas medis. DPRD Kota Samarinda menilai kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi bagian penting yang menentukan mutu layanan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, S.H., M.H, mendorong manajemen rumah sakit daerah memperkuat pembinaan tenaga kesehatan secara berkala dan berkelanjutan.

“Fasilitas boleh ditingkatkan, gedung boleh dipermegah, tapi kalau SDM-nya tidak dibina, pelayanan tidak akan maksimal. Kualitas rumah sakit itu ada pada manusianya,” ujar Sri Puji Astuti.

Menurutnya, interaksi langsung antara tenaga medis dengan pasien menjadi salah satu bagian yang paling menentukan kualitas layanan.

“Pasien itu bukan hanya butuh obat dan tindakan medis, tapi juga butuh rasa aman dan nyaman. Cara dokter dan perawat berkomunikasi itu sangat berpengaruh pada psikologis pasien,” tegasnya.

DPRD menilai pasien membutuhkan pelayanan yang tidak hanya cepat dan tepat secara medis, tetapi juga disampaikan dengan komunikasi yang baik, ramah, dan berempati.

Karena itu, pembinaan etika pelayanan perlu berjalan bersama peningkatan kompetensi medis. Pelatihan soft skill dan service excellent harus menjadi agenda rutin rumah sakit, bukan hanya pelatihan teknis kedokteran saja.

“Kami minta manajemen RSUD tidak hanya fokus ke pengadaan alat, tapi juga pembinaan SDM. Berikan pelatihan komunikasi, etika pelayanan, bagaimana menghadapi pasien dengan sabar. Itu yang akan membangun kepercayaan masyarakat,” tambahnya.

Ia berharap dengan pembenahan yang berimbang antara fasilitas dan kualitas SDM, kepercayaan masyarakat Samarinda terhadap rumah sakit milik pemerintah daerah semakin meningkat.

Editor: RF
Sumber: A

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *