Timesnusantara.com – Samarinda — Kualitas komunikasi dan empati antara tenaga kesehatan dan pasien menjadi perhatian serius DPRD Kota Samarinda setelah muncul persoalan komunikasi di RSUD Inche Abdoel Moeis yang mendapat sorotan publik dan viral di media sosial.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, meminta manajemen RSUD Inche Abdoel Moeis memperkuat pembinaan, pelatihan komunikasi efektif, dan etika pelayanan bagi seluruh tenaga kesehatan, khususnya petugas yang berinteraksi langsung dengan pasien dan keluarga pasien.
“Kami mendapat laporan dan melihat sendiri adanya keluhan masyarakat terkait komunikasi di RSUD IA Moeis. Ini harus menjadi perhatian serius. Pelayanan kesehatan itu bukan hanya soal tindakan medis, tapi juga soal hati dan empati,” ujar Novan Syahronny Pasie.
Menurut DPRD, pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis, diagnosa, dan pemberian obat. Cara tenaga kesehatan berkomunikasi, intonasi, pilihan kata, dan sikap empati juga sangat menentukan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan pasien terhadap rumah sakit.
“Pasien yang datang ke rumah sakit itu dalam kondisi tidak berdaya, cemas, butuh pertolongan. Jadi cara kita menyapa, menjelaskan, itu sangat penting. Jangan sampai pasien merasa tidak dihargai atau dibentak,” tegasnya.
Karena itu, pembinaan mengenai etika komunikasi, service excellent, dan pelayanan prima perlu dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan, bukan hanya saat ada kasus viral saja.
DPRD mendorong manajemen rumah sakit memastikan seluruh petugas, mulai dari dokter, perawat, bidan, hingga petugas loket dan keamanan, memahami posisi pasien sebagai masyarakat yang membutuhkan pelayanan sekaligus pendampingan psikologis.
Evaluasi internal secara menyeluruh juga diperlukan agar persoalan komunikasi yang bersifat personal tidak berkembang menjadi persoalan sistemik dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit daerah milik pemerintah.
“Kami minta manajemen melakukan evaluasi internal. Bina petugasnya, berikan pelatihan komunikasi. Kita ingin RSUD IA Moeis ini menjadi rumah sakit yang dicintai masyarakat, profesional sekaligus humanis,” tambahnya.
DPRD berharap RSUD IA Moeis terus meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh sehingga masyarakat Kota Samarinda memperoleh pelayanan kesehatan yang tidak hanya profesional dan sesuai SOP, tetapi juga ramah, humanis, dan berempati.
Editor: RF
Sumber: A
