Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda — Kondisi fiskal daerah yang mengalami penyesuaian dan penyempitan menjadi salah satu pertimbangan paling penting dalam penyusunan program pembangunan Kota Samarinda menuju Tahun Anggaran 2027.

DPRD Kota Samarinda mendorong pemerintah kota untuk lebih selektif, cermat, dan hati-hati dalam menentukan kegiatan yang akan mendapatkan pembiayaan. Setiap program dan kegiatan diharapkan memiliki manfaat yang terukur, output yang jelas, dan dampak langsung bagi masyarakat.

Kebijakan anggaran berimbang menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027. Pendapatan daerah yang diproyeksikan sekitar Rp3,4 triliun menjadi dasar dan batas maksimal dalam menentukan kemampuan belanja pemerintah.

Anggota DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, S.H, menilai efisiensi anggaran tidak semestinya diterjemahkan sebagai pengurangan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat. Sebaliknya, efisiensi perlu diarahkan pada penghapusan belanja seremonial, kegiatan yang tumpang tindih, dan program yang kurang memberikan dampak nyata.

“Fiskal kita memang sedang menyempit, tapi efisiensi bukan berarti mengurangi pelayanan kepada warga. Efisiensi itu kita pangkas belanja yang tidak penting, yang seremonial, yang tidak ada dampaknya. Tapi untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, itu jangan sampai dikurangi,” ujar Deni Hakim Anwar.

Program pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, pengendalian banjir, dan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak tetap perlu menjadi perhatian utama dan prioritas yang tidak boleh dikorbankan.

“Yang harus tetap jadi prioritas itu yang langsung dirasakan warga. Jalan, drainase, sekolah, puskesmas, pelayanan air bersih. Itu yang harus kita jaga anggarannya,” tegasnya.

DPRD juga mendorong pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas perencanaan sejak awal agar tidak muncul program yang tumpang tindih antar OPD, tidak ada duplikasi anggaran, dan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar efektif dan efisien.

Dengan perencanaan yang lebih disiplin, selektif, transparan, dan akuntabel, keterbatasan fiskal diharapkan tidak menghambat pembangunan yang benar-benar dibutuhkan dan menjadi harapan warga Kota Samarinda.

Editor: RF
Sumber: A

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *