Timesnusantara.com – Samarinda — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan dan refleksi untuk kembali memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Samarinda.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Jasno, S.Hut, menyoroti absennya pawai pembangunan dalam rangkaian peringatan kemerdekaan tahun ini di Kota Samarinda. Menurutnya, kegiatan semacam itu selama ini bukan hanya menjadi hiburan rakyat dan tontonan tahunan, tetapi juga membuka ruang aktivitas ekonomi yang sangat besar bagi pelaku UMKM.
“Kita paham tahun ini ada kebijakan efisiensi. Tapi pawai pembangunan itu bukan sekadar seremonial. Di situ ada perputaran ekonomi. Pedagang kecil jualan, UMKM dapat panggung, masyarakat terhibur. Tahun ini kita kehilangan momentum itu,” ujar Jasno.
DPRD memahami dan menghormati kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah kota akibat kondisi fiskal yang sedang menyempit. Namun, ia menilai kegiatan masyarakat tetap dapat dirancang dan dikemas dengan konsep yang lebih sederhana, gotong royong, dan tidak membutuhkan biaya besar dari APBD.
“Tidak harus mewah dan mahal. Konsepnya bisa sederhana saja, berbasis partisipasi masyarakat dan kelurahan. Yang penting ada ruang berkumpulnya warga. Efisiensi bukan berarti mematikan kegiatan rakyat,” tegasnya.
Menurut politisi PAN tersebut, UMKM dapat dilibatkan secara maksimal melalui berbagai kegiatan alternatif seperti bazar kemerdekaan di tingkat kecamatan, pameran produk lokal unggulan, lomba kreasi produk, maupun kegiatan kreatif masyarakat lainnya yang murah meriah.
“Bisa kita buat Bazar UMKM Merdeka di setiap kecamatan, pameran produk lokal Samarinda, lomba-lomba yang melibatkan UMKM. Jadi semangat kemerdekaan itu tidak hanya upacara, tapi juga menggerakkan ekonomi,” tambahnya.
Menurut DPRD, semangat kemerdekaan justru dapat dan seharusnya menjadi momentum emas untuk memperkenalkan produk-produk lokal, memperluas pasar usaha kecil, dan membangkitkan rasa cinta produk dalam negeri.
Pelibatan masyarakat secara aktif juga dapat membuat perayaan kemerdekaan memiliki dampak ekonomi yang lebih luas, inklusif, dan benar-benar dirasakan oleh rakyat kecil, bukan hanya seremonial di atas panggung.
DPRD berharap pada momentum peringatan kemerdekaan berikutnya, kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat dan memberi panggung bagi UMKM dapat dirancang lebih awal, lebih matang, dan lebih partisipatif agar tidak lagi hilang karena alasan efisiensi.
Editor: RF
Sumber: A
