Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda — Pembangunan dan penataan Pasar Pagi Samarinda yang telah menelan anggaran besar kembali menjadi perhatian serius DPRD Kota Samarinda. Setelah melihat langsung aktivitas perdagangan yang dinilai masih sepi dan belum sesuai harapan, DPRD membuka ruang evaluasi total terhadap konsep pengelolaannya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, S.T., M.Si, mengatakan kondisi pasar tidak cukup dinilai dari sisi bangunan, kemegahan gedung, dan tampilan fisik semata.

“Gedungnya memang sudah bagus dan megah, tapi kalau di dalamnya sepi, pedagang tidak betah, pembeli tidak datang, berarti ada yang salah dengan konsepnya. Pasar itu bukan dilihat dari bagusnya gedung, tapi dari hidup tidaknya transaksi,” ujar Iswandi.

Menurut politisi yang membidangi perekonomian dan perdagangan tersebut, fungsi utama pasar sebagai pusat transaksi ekonomi rakyat harus menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan pasar, bukan sekadar proyek fisik yang selesai dibangun.

“Jangan sampai kita bangun pasar bagus-bagus tapi tidak berfungsi. Indikator pasar itu ramai pedagang dan ramai pembeli. Kalau sekarang belum hidup, kita harus jujur mengakui dan segera evaluasi,” tegasnya.

Saat ini, DPRD bersama perangkat daerah terkait, yakni Dinas Perdagangan dan Perumda Varia Niaga, mulai menginventarisasi sejumlah persoalan yang muncul di lapangan, mulai dari tingginya harga sewa kios, akses parkir yang sulit, sirkulasi pengunjung, hingga persaingan dengan pasar di sekitar dan minimnya promosi.

Evaluasi menyeluruh tersebut diharapkan menghasilkan solusi konkret dan terobosan baru yang mampu menarik kembali pedagang untuk masuk sekaligus menarik konsumen untuk datang berbelanja ke Pasar Pagi.

“Kita akan panggil semua pihak. Kita dengar keluhan pedagang lama, kenapa mereka tidak mau pindah ke gedung baru. Kita cari solusi bersama. Apakah sewanya yang kemahalan, apakah aksesnya yang kurang. Semua akan kita evaluasi,” tambahnya.

Konsep baru dan pola pengelolaan yang lebih modern dan adaptif juga dapat dipertimbangkan apabila pola pengelolaan saat ini dinilai belum memberikan hasil optimal dan justru mematikan denyut ekonomi pasar.

DPRD ingin Pasar Pagi kembali menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi, ikon perdagangan, dan kebanggaan Kota Samarinda yang memberikan manfaat ekonomi nyata bagi pedagang kecil dan masyarakat luas.

Editor: RF
Sumber: A

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *