Timesnusantara.com – Samarinda — Pengembangan layanan bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) di RSUD I.A. Moeis Samarinda menjadi salah satu gagasan inovatif yang mendapat dukungan penuh dari DPRD Kota Samarinda.
DPRD melihat pengembangan layanan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses kesehatan reproduksi yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat Kota Samarinda.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai kehadiran layanan dengan teknologi medis yang lebih maju dan spesifik tersebut dinilai dapat memberikan pilihan dan harapan baru bagi masyarakat Samarinda yang selama ini harus mencari pelayanan serupa dengan biaya mahal di luar daerah seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali.
“Selama ini warga Samarinda yang ingin program bayi tabung harus ke luar kota, ke Jakarta, ke Surabaya, biayanya besar sekali, belum lagi akomodasi dan waktunya. Kalau layanan ini bisa ada di RSUD I.A. Moeis, tentu sangat membantu warga,” ujar Sri Puji Astuti.
DPRD mendorong agar rencana pengembangan layanan unggulan tersebut dibarengi dengan kajian yang matang dan komprehensif mengenai kebutuhan tenaga ahli dokter fertilitas, peralatan medis laboratorium embriologi yang berteknologi tinggi, skema pembiayaan, serta kesiapan fasilitas penunjang yang steril dan sesuai standar.
“Kita dukung, tapi harus dikaji matang. Bayi tabung ini bukan layanan biasa. Butuh dokter ahli yang kompeten, alat lab yang canggih, dan fasilitas yang khusus. Tidak cukup hanya menyediakan ruangan, tapi harus ditopang sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus dan tersertifikasi,” tegasnya.
Pengembangan layanan kesehatan unggulan tidak cukup hanya dengan menyediakan ruangan dan alat, tetapi harus ditopang oleh SDM dokter spesialis obgyn konsultan fertilitas, embriolog, dan perawat yang memiliki kompetensi khusus dan pengalaman di bidang tersebut.
DPRD berharap RSUD I.A. Moeis terus mengembangkan layanan-layanan unggulan secara bertahap dan terukur sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat Kota Samarinda.
Jika terealisasi dengan baik, layanan bayi tabung tersebut dapat menjadi bagian dari transformasi besar RSUD I.A. Moeis menjadi rumah sakit rujukan yang semakin lengkap, modern, dan menjadi kebanggaan masyarakat, sehingga warga tidak perlu lagi berobat ke luar kota.
Isu pengembangan layanan bayi tabung tersebut mengemuka pada 31 Agustus 2026.
Editor: RF
Sumber: A
