Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUTIM – Dukungan dunia usaha di Kutai Timur tidak hanya diarahkan untuk lapangan dan pertandingan. Dinas Pemuda dan Olahraga Kutim mendorong perusahaan agar turut membantu kegiatan UMKM sebagai bagian dari ekosistem masyarakat yang tumbuh di sekitar aktivitas olahraga dan kepemudaan.

Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan mengatakan komunikasi dengan perusahaan telah dibangun di sejumlah kecamatan. Menurutnya, respons dunia usaha cukup positif ketika pemerintah hadir untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Teman-teman perusahaan itu kalau kita ajak, bangun ternyata, Mas. Kita ajak, kenapa? Yang menyampaikan kami dari pemerintah. Dan mereka senang gitu kan,” kata Basuki saat diwawancarai di Kantor Dispora Kutim, Selasa (15/9/2026).

Ia menilai pola tersebut membuktikan kolaborasi dapat menjadi alternatif di tengah keterbatasan anggaran pemerintah. Dukungan perusahaan tidak selalu harus dalam bentuk pembangunan besar, tetapi bisa diarahkan untuk membantu kegiatan masyarakat yang memiliki dampak langsung.

“UMKM juga disupport oleh perusahaan. Terus, olahraga juga disupport oleh mereka. Itu yang terjadi,” ujarnya.

Perpaduan antara olahraga dan UMKM juga terlihat dalam rancangan Haornas 2026 di Kutai Timur. Dalam rundown panitia, Gebyar UMKM Lokal ditempatkan sebagai salah satu bagian dari kegiatan yang berlangsung bersama pelayanan publik dan perlombaan olahraga tradisional pada [19 September 2026].

Kehadiran UMKM membuat sebuah kegiatan olahraga dapat menghasilkan perputaran ekonomi bagi masyarakat. Pengunjung yang datang untuk mengikuti senam, menonton perlombaan atau mengakses pelayanan publik sekaligus menjadi potensi pasar bagi pelaku usaha lokal.

Basuki mengaku mengapresiasi keterbukaan perusahaan dalam memberikan dukungan terhadap program yang menyentuh masyarakat.

“Aku jujur bangga. Bangganya apa? Perusahaan mau welcome. Begitu saya sampaikan. Dan semuanya, waduh supportnya ngeri-ngeri malah,” katanya.

Ia mencontohkan sejumlah kegiatan di kecamatan yang mendapatkan dukungan kuat dari perusahaan. Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan olahraga, menurutnya, menunjukkan bahwa dukungan tersebut memiliki dampak nyata terhadap kehidupan sosial di daerah.

Kerja sama pemerintah dan perusahaan juga dipandang dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar. Ketika dunia usaha mendukung kegiatan pemuda, olahraga dan UMKM, kehadiran perusahaan tidak hanya dipahami dari sisi aktivitas bisnis, tetapi juga kontribusi sosial.

Dispora Kutim sendiri menggunakan perannya untuk membuka komunikasi. Pemerintah menyampaikan kebutuhan, perusahaan memilih bentuk dukungan yang dapat diberikan, sementara masyarakat menjadi penerima manfaat dari kolaborasi tersebut.

Pola itu penting terutama di wilayah kecamatan yang jauh dari pusat pemerintahan. Program berbasis kolaborasi memungkinkan kegiatan tetap berlangsung meski kemampuan pembiayaan pemerintah terbatas.

Dalam momentum Haornas 2026, pendekatan serupa kembali terlihat. Selain Gebyar UMKM, panitia menghadirkan komunitas olahraga, pelayanan kesehatan, administrasi kependudukan, SIM keliling dan perpustakaan.

Berbagai unsur tersebut menunjukkan kegiatan olahraga dapat menjadi pengungkit aktivitas lain, termasuk ekonomi lokal. Semakin banyak masyarakat datang, semakin besar pula ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk.

Dispora Kutim berharap hubungan dengan perusahaan terus dijaga sehingga dukungan terhadap pemuda, olahraga dan usaha kecil tidak bersifat sementara. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu strategi agar pembangunan sosial-ekonomi tetap bergerak hingga tingkat kecamatan. (ADV/KUTIM).

Editor : RF
Sumber : ALW

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *