Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUTIM – Semangat olahraga dan keselamatan berkendara dipertemukan dalam satu panggung pada rangkaian Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 di Kutai Timur. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim di bawah kepemimpinan Basuki Isnawan menggandeng jajaran kepolisian, khususnya lalu lintas, agar pesta olahraga tidak hanya menghasilkan tubuh bugar, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk selamat di jalan raya.

Kolaborasi tersebut disiapkan bersamaan dengan rangkaian Haornas yang berlangsung pada [18 September 2026] hingga [19 September 2026]. Momentum itu juga berdekatan dengan peringatan Hari Lalu Lintas, sehingga Dispora Kutim menilai terdapat ruang besar untuk menghubungkan budaya olahraga dengan perilaku aman ketika berkendara.

“Hari ini yang jelas kita mau mengajak kita untuk bisa berolahraga, dan olahraga ini bukannya sekedar olahraga, kita juga berkolaborasi dengan Polres, bertepat juga dengan Hari Lalu Lintas,” kata Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan.

Menurut Basuki, semangat kebugaran tidak seharusnya berhenti setelah masyarakat meninggalkan lapangan olahraga. Kondisi fisik yang sehat perlu berjalan beriringan dengan kesadaran, kedisiplinan dan tanggung jawab ketika seseorang berada di jalan.

“Karena ini rata-ratanya kan, dalam badan yang sehat, pada pejuang yang kuat, sehingga berkendara dengan selamat,” ujarnya.

Rangkaian Haornas Kutim sendiri disiapkan dengan agenda yang cukup padat. Pada [18 September 2026], panitia menjadwalkan registrasi ulang peserta serta technical meeting sejumlah perlombaan. Sementara pada [19 September 2026], aktivitas dimulai sejak pagi dengan Senam Jantung Sehat dan Senam Nusantara.

Setelah kegiatan senam, panitia menjadwalkan pembukaan resmi dengan sejumlah agenda, termasuk sambutan Kepala Dispora Kutim, Kapolres Kutai Timur serta Bupati Kutai Timur. Setelah itu, kepolisian memperoleh ruang untuk menyampaikan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada masyarakat.

Selain sosialisasi, polisi juga dilibatkan dalam pelayanan SIM keliling. Langkah tersebut membuat pesan keselamatan jalan raya tidak hanya disampaikan dalam bentuk imbauan, melainkan dikaitkan dengan pelayanan langsung yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Basuki memandang kolaborasi lintas instansi menjadi salah satu kunci untuk membuat kegiatan olahraga memiliki dampak lebih luas. Pemerintah daerah, kepolisian, organisasi olahraga, tenaga kesehatan hingga komunitas akan berada dalam satu kawasan kegiatan dan berinteraksi langsung dengan warga.

Rangkaian tersebut juga diisi olahraga tradisional seperti tarik tambang, bakiak, gasing dan sumpit. Dengan pendekatan itu, Haornas diarahkan tetap memiliki suasana rekreatif tanpa kehilangan pesan edukasi.

Bagi Dispora Kutim, olahraga dan keselamatan lalu lintas memiliki titik temu pada disiplin. Atlet membutuhkan aturan ketika bertanding, sedangkan pengguna jalan membutuhkan kepatuhan terhadap aturan untuk melindungi dirinya maupun orang lain.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuat Haornas 2026 tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Peringatan itu menjadi ruang untuk mengajak masyarakat bergerak lebih aktif sekaligus membawa kebiasaan disiplin dan aman ke kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berada di jalan. (ADV/KUTIM)

Editor : RF
Sumber : ALW

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *