Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUTIM – Mimpi besar olahraga Kutai Timur mulai dirangkai dari pekerjaan yang paling mendasar: membenahi organisasi dan data atlet. Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan menyampaikan cita-cita menjadikan Kutai Timur sebagai salah satu sentra olahraga di Provinsi Kalimantan Timur.

Target tersebut disampaikan dalam momentum Bimbingan Teknis Digitalisasi Pendataan Atlet KONI Kutai Timur yang berlangsung selama dua hari, Senin (21/9/2026) hingga Selasa (22/9/2026).

Pelatihan di Aula Kantor KONI Kutim melibatkan utusan cabang olahraga dan badan fungsional olahraga anggota KONI.

Menurut Basuki, perkembangan olahraga tidak dapat dicapai satu lembaga saja. Kolaborasi pemerintah melalui Dispora bersama KONI dan seluruh cabor diperlukan untuk membangun ekosistem olahraga yang semakin kuat, mulai dari tata kelola organisasi hingga pembinaan prestasi.

“Kita punya cita-cita Kutai Timur ke depan akan menjadi sentralnya olahraga di Provinsi Kalimantan Timur. Dan ini insyaallah yakin bisa kita lakukan,” kata Basuki.

Optimisme tersebut, lanjut dia, didasari masifnya aktivitas keolahragaan di Kutai Timur serta dukungan yang diberikan pemerintah kabupaten. Namun, dukungan itu perlu diikuti kerja serius setiap organisasi olahraga untuk terus berbenah.

Basuki secara khusus meminta pengurus cabang olahraga memperbaiki tata kelola organisasi masing-masing. Salah satu langkah yang saat ini didorong adalah digitalisasi data atlet sehingga informasi perkembangan olahraga dapat dihimpun secara lebih teratur.

“Harapan saya teman-teman cabor segera dan segera perbaiki cabornya masing-masing untuk kebesaran dan membangun kita semua, supaya olahraga Kutai Timur bisa lebih baik dan lebih maju lagi,” ujarnya.

Basuki menegaskan hasil pelatihan harus diwujudkan dalam pekerjaan nyata setelah kegiatan berakhir. Ia meminta jajarannya ikut melakukan pemantauan sehingga implementasi digitalisasi data di setiap cabor dapat diketahui perkembangannya.

Menurut Basuki, kebersamaan menjadi unsur penting dalam membangun olahraga daerah. Ia menggambarkan hubungan Dispora dan KONI sebagai bentuk harmonisasi yang perlu terus dijaga dalam menjalankan berbagai program keolahragaan.

“Ini salah satu bentuk harmonisasi dan kerja sama yang begitu indah di antara kami Dispora dan KONI, yang terus bagaimana bisa berkembang dan membangun kebersamaan di olahraga,” katanya.

Sinergi tersebut diharapkan ikut memperkuat pembinaan prestasi. Data atlet yang tertata dapat membantu pihak terkait melihat perkembangan setiap cabang olahraga, memetakan kebutuhan, dan mendukung penyusunan program yang lebih terarah.

Cita-cita menjadikan Kutai Timur sebagai sentra olahraga Kalimantan Timur tentu membutuhkan proses panjang. Melalui pembenahan organisasi, digitalisasi data dan penguatan kerja sama antara pemerintah, KONI serta cabor, fondasi menuju target tersebut mulai dipersiapkan dari tingkat organisasi hingga pembinaan atlet. (ADV/KUTIM).

Editor : RF
Sumber : ALW

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *