Timesnusantara.com – KUTIM – Riuh kegiatan olahraga di kawasan Stadion Kudungga tidak hanya menghadirkan pertandingan dan penonton. Di sisi lapangan, aktivitas tersebut juga membuka ruang ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan keramaian untuk menawarkan berbagai produk kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Timur Basuki Isnawan mengatakan pemerintah daerah memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berdagang ketika kegiatan berlangsung di kawasan olahraga. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya agar fasilitas olahraga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Basuki menyampaikan hal itu saat ditemui di GOR Kudungga, Jumat (2/9/2026).
Menurutnya, kehadiran pedagang menjadi bukti bahwa kegiatan olahraga dapat memberikan efek turunan terhadap pergerakan ekonomi lokal.
“Teman-teman UMKM begitu happy. Kita tidak memungut biaya teman-teman UMKM. Kita sediakan tenda, mereka bisa berdagang,” ujar Basuki.
Dengan adanya tempat berdagang, pelaku usaha mempunyai kesempatan memanfaatkan kunjungan masyarakat ke kawasan stadion. Penonton yang datang menyaksikan pertandingan maupun keluarga yang beraktivitas di kawasan olahraga menjadi calon konsumen bagi pedagang.
Basuki menilai hubungan antara olahraga dan aktivitas ekonomi tersebut harus terus diperkuat. Sebuah kegiatan olahraga tidak hanya mempunyai dampak terhadap prestasi atlet atau hiburan masyarakat, tetapi juga dapat menciptakan perputaran ekonomi di sekitar lokasi.
Kawasan Stadion Kudungga juga diarahkan menjadi ruang publik yang multifungsi. Pemerintah tidak membatasi penggunaan kawasan hanya untuk pertandingan olahraga, melainkan membuka kesempatan bagi berbagai kegiatan masyarakat, kepemudaan maupun organisasi.
“Silakan gunakan tempat ini, karena ini milik semuanya. Yang terpenting saya hanya minta dijaga, dirawat, kebersihannya dan sebagainya,” kata Basuki.
Ia menyebut kawasan tersebut dapat digunakan sepanjang pemanfaatannya dilakukan secara tertib dan fasilitas yang tersedia tetap dijaga. Pendekatan tersebut diharapkan membuat aset pemerintah menjadi lebih hidup dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Basuki juga mengatakan fasilitas olahraga dibuka bagi masyarakat yang ingin berolahraga. Masyarakat dapat memanfaatkan kawasan tersebut sejak pagi hingga sore sesuai waktu operasional yang diberlakukan.
“Kalau teman-teman ingin berolahraga silakan. Dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore kita buka. Silakan orang-orang manfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Aktivitas masyarakat yang semakin tinggi secara tidak langsung dapat memperbesar peluang ekonomi di sekitar kawasan. Semakin banyak masyarakat yang datang untuk berolahraga atau mengikuti kegiatan, semakin besar pula potensi transaksi bagi pelaku UMKM. (ADV/KUTIM).
Editor : RF
Sumber : ALW
