Timesnusantara.com – Samarinda – Kerusakan jalan akibat aktivitas kendaraan berat menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian serius DPRD Samarinda.
Komisi III DPRD Samarinda menilai setiap kawasan pergudangan perlu mempertimbangkan kemampuan dan daya dukung jalan dalam menanggung beban kendaraan yang melintas setiap hari.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menyebut persoalan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh dan komprehensif, agar perbaikan jalan tidak hanya menjadi solusi sementara yang menghabiskan anggaran.
“Kalau jalannya rusak terus karena dilewati kendaraan over tonase, percuma diperbaiki. Harus dilihat akar masalahnya. Daya dukung jalannya mampu atau tidak,” ujar Abdul Rohim.
Menurutnya, evaluasi kawasan pergudangan dan pengaturan pergerakan kendaraan bertonase besar dinilai sangat penting untuk menjaga keberlanjutan dan usia pakai infrastruktur kota.
“Jangan sampai perbaikan hanya tambal sulam. Harus ada evaluasi kawasan dan pengaturan jam operasional atau tonase kendaraan. Ini untuk menjaga infrastruktur kita tetap awet,” jelasnya.
DPRD berharap Pemkot Samarinda dapat segera mengambil langkah tegas terkait pengaturan kendaraan berat, agar pembangunan infrastruktur jalan tidak sia-sia.
Editor : RF
Sumber : A
