Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUTIM – Kutim Expo 2026 mencatat perputaran transaksi mencapai Rp4,25 miliar selama tujuh hari pelaksanaan. Capaian tersebut dinilai menunjukkan besarnya potensi produk lokal ketika pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat ruang promosi serta kesempatan menjangkau konsumen secara langsung.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menyampaikan capaian itu saat menutup Kutim Expo 2026 di Lapangan Kantor Bupati, Kompleks Bukit Pelangi, Sangatta, Minggu (18/10/2026) malam.

Menurut Mahyunadi, nilai transaksi tersebut menjadi salah satu indikator manfaat ekonomi yang dihasilkan melalui kegiatan pameran. Ia berharap kesempatan promosi seperti ini dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun jaringan usaha.

“Terjadi transaksi di tempat ini sebesar Rp4,25 miliar yang telah bergulir dari pelaku-pelaku UMKM yang ada,” ungkap Mahyunadi.

Ia juga menggambarkan potensi keuntungan yang bisa diperoleh pelaku usaha dari transaksi tersebut. Dengan asumsi margin keuntungan sebesar 25 persen, nilai transaksi Rp4,25 miliar berpotensi menghasilkan keuntungan sekitar Rp1 miliar.

“Kalau dihitung dari Rp4,25 miliar itu, dikalikan 25 persen keuntungannya, berarti kurang lebih Rp1 miliar keuntungan yang didapatkan para pelaku UMKM selama pekan raya ini,” jelasnya.

Meski demikian, Mahyunadi mengingatkan bahwa keberhasilan expo tidak boleh hanya dilihat dari angka transaksi selama kegiatan berlangsung. Tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan usaha dan memastikan produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Ia mendorong para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat jaringan pemasaran, serta menindaklanjuti peluang kerja sama yang diperoleh selama pameran.

“Produk yang diperkenalkan harus memiliki kesempatan menembus pasar yang lebih luas. Kerja sama yang dibangun harus ditindaklanjuti, dan peluang usaha yang ditemukan harus dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif,” tegasnya.

Mahyunadi menilai Kutim Expo memiliki peran strategis dalam mempertemukan pemerintah daerah, dunia usaha, investor, pelaku UMKM, dan masyarakat. Selain menjadi ajang promosi produk unggulan, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal potensi daerah dan perkembangan pembangunan di Kutai Timur.

Karena itu, ia berharap pameran serupa terus dikembangkan agar memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat, terutama dalam memperkuat daya saing produk lokal.

“Pameran ini boleh berakhir malam ini, namun semangat pembangunan ekonomi Kutai Timur tidak boleh berakhir,” pesannya.

Kutim Expo 2026 berlangsung pada 12–18 Oktober 2026 dengan melibatkan perangkat daerah, pelaku UMKM, dunia usaha, serta masyarakat. Mahyunadi turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia berharap capaian transaksi miliaran rupiah menjadi pemacu bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan, sehingga manfaat ekonomi tidak berhenti ketika pameran berakhir.

Editor : RF

Sumber : ALW

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *