Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUTIM – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Novian Prananta, mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam penyelenggaraan Kutim Expo 2026. Evaluasi terhadap pelayanan, fasilitas, pengaturan kawasan, hingga persoalan teknis akan menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan kegiatan berikutnya.

Hal tersebut disampaikan Novian saat membacakan laporan panitia pada penutupan Kutim Expo 2026 di Lapangan Bukit Pelangi, Sangatta, Jumat (18/9/2026). Ia mengapresiasi dukungan perangkat daerah, dunia usaha, peserta pameran, dan masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.

Novian menyampaikan bahwa penyelenggaraan pameran selama kurang lebih sepekan masih memiliki keterbatasan. Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada peserta maupun pengunjung atas berbagai kekurangan yang ditemukan selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengakui bahwa penyelenggaraan pameran selama kurang lebih sepekan belum sepenuhnya terlepas dari berbagai keterbatasan,” ungkapnya.

Menurut Novian, kritik, masukan, dan saran masyarakat menjadi bagian penting dalam proses evaluasi. Perbaikan diperlukan agar penyelenggaraan Kutim Expo ke depan semakin tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pihak.

Ia menegaskan, keberhasilan kegiatan tidak cukup diukur dari kemeriahan acara maupun jumlah pengunjung. Kualitas pelayanan, kesiapan fasilitas, kebersihan, keamanan, serta koordinasi antarpihak juga menjadi faktor yang menentukan.

“Karena itu, evaluasi penyelenggaraan tidak hanya berkaitan dengan keberhasilan menghadirkan kegiatan yang meriah, tetapi juga kemampuan panitia memberikan pelayanan yang tertib, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Dalam laporannya, Novian turut menyampaikan terima kasih kepada peserta pameran, panitia pelaksana, event organizer, aparat keamanan, Satpol PP, insan media, petugas kebersihan, serta seluruh unsur yang telah mendukung kegiatan hingga selesai.

Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam penyelenggaraan pameran berskala daerah. Setiap pihak memiliki peran dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai agenda.

Di sisi lain, tingginya antusiasme masyarakat memberikan dampak positif bagi peserta, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berdasarkan laporan panitia, transaksi selama Kutim Expo 2026 mencapai Rp4.245.900.000.

Capaian tersebut menjadi modal positif untuk mempertahankan manfaat ekonomi pameran. Namun, Novian menekankan bahwa keberhasilan itu perlu diimbangi dengan pembenahan berbagai kekurangan yang masih ditemukan.

Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat membantu panitia mempersiapkan kebutuhan teknis secara lebih matang, mulai dari penataan stan dan akses pengunjung hingga kesiapan sarana pendukung serta mekanisme koordinasi.

Melalui perbaikan tersebut, Kutim Expo diharapkan terus berkembang sebagai wadah promosi potensi daerah, mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat Kutai Timur.

Editor : RF
Sumber : ALW

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *