Bagikan 👇

Timesnusantara.com, KUKAR – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menggagas program Green Job yang ditargetkan mulai diimplementasikan pada 2027. Program ini diarahkan untuk memperkuat sektor ekonomi non-ekstraktif melalui peningkatan keterampilan kelompok usaha binaan agar mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan program tersebut dirancang untuk menyeimbangkan kebutuhan pasar kerja yang selama ini cenderung berorientasi pada sektor ekstraktif dengan peluang usaha di sektor non-ekstraktif.

Melalui program ini, Distransnaker ingin memastikan kelompok usaha binaan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Perkebunan, dapat terus berkembang dan memiliki daya saing.

“Program Green Job ini sedang kami gagas. Mudah-mudahan bisa diimplementasikan pada 2027. Kami ingin kelompok binaan yang sudah dibina oleh dinas teknis bisa berkelanjutan, berjalan dengan baik, dan memiliki keterampilan yang memadai,” jelasnya Kamis (22/10/2026).

Dendy menjelaskan, pelaksanaan program nantinya tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga menghubungkan kelompok usaha dengan akses permodalan melalui Kredit Kukar Idaman Terbaik. Dengan dukungan tersebut, kelompok binaan diharapkan mampu menjadi wirausaha mandiri sekaligus berpeluang menjadi mitra perusahaan maupun program strategis nasional.

Untuk tahap awal, Distransnaker akan menyusun perencanaan dan kebutuhan anggaran berdasarkan data serta usulan dari dinas teknis terkait. Dinas tersebut nantinya merekomendasikan kelompok binaan yang membutuhkan pelatihan, termasuk jenis keterampilan yang dinilai strategis untuk mendukung keberlangsungan usaha.

“Dinas terkait akan merekomendasikan kelompok binaan mana yang membutuhkan pembekalan dan keterampilan apa yang diperlukan. Kami akan memfasilitasi pelatihannya,” jelasnya.

Ia menegaskan, program Green Job tidak dirancang untuk memberikan bantuan sarana usaha karena dukungan tersebut menjadi ranah dinas teknis sesuai bidang masing-masing. Distransnaker akan berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar sarana yang telah diterima kelompok binaan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Sebagai contoh, kelompok usaha perikanan yang telah memperoleh bantuan bibit akan mendapatkan pembekalan keterampilan sesuai kebutuhan usahanya. Begitu pula kelompok pertanian yang telah menerima alat dan mesin pertanian (alsintan), tetapi masih membutuhkan kemampuan dalam pemeliharaan dan pengoperasian peralatan tersebut.

Dengan pendekatan ini, bantuan sarana usaha yang telah diberikan pemerintah diharapkan dapat memberikan hasil lebih maksimal karena didukung kemampuan teknis yang memadai.

Terkait sasaran peserta, Dendy mengatakan pihaknya belum menetapkan jumlah pasti karena masih menunggu data dari dinas teknis. Meski demikian, Distransnaker berencana memastikan keterwakilan kelompok usaha dari tiga zona wilayah Kukar, yakni hulu, tengah, dan pesisir.

Pola pelatihan juga akan dikembangkan melalui pemberdayaan peserta yang telah memiliki kompetensi. Peserta yang memperoleh pembekalan dan memiliki sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) diharapkan dapat berperan sebagai agen atau instruktur bagi kelompok lain di wilayahnya.

“Misalnya, ada satu kelompok yang sudah mendapatkan pembekalan. Anggotanya nanti bisa menjadi agen atau instruktur untuk kelompok lainnya. Dengan begitu, transfer keterampilan dapat berjalan lebih luas,” katanya.

Skema tersebut diharapkan memperluas jangkauan pelatihan sekaligus mendorong kemandirian kelompok usaha tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pelatihan yang diselenggarakan pemerintah.

Melalui program Green Job, Distransnaker Kukar berharap pengembangan keterampilan tenaga kerja dapat berjalan seiring dengan penguatan sektor non-ekstraktif. Dengan demikian, kelompok usaha di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang, menciptakan usaha berkelanjutan, serta membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat.
(Adv)

Editor : RF
Sumber : AND

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *