Timesnusantara.com – Samarinda.
Salah satu program prioritas Pemkot Samarinda yang rutin dibiaya adalah dua kegiatan Multi Years Contract (MYC). Diantaranya pembangunan terowongan sepanjang Jalan Sultan Alimuddin-Kakap. Kedua penanganan banjir untuk pembangunan kolam retensi dan tanggul.
Tak kurang dari Rp 600 miliar biaya yang diperlukan dan harus dipenuhi dalam tiga tahun. Hal ini kemudian menjadi perhatian Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda Muhammad Novan Syahronny.
Besarnya anggaran yang dibutuhkan, menurutnya perlu menjadi perhatian tersendiri bagi Pemkot Samarinda. Khususnya dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda. Karena selama ini pembangunan di Kota Samarinda masih sangat bergantung pada dana transfer dari Pemerintah Pusat maupun bantuan keuangan dari Pemprov Kaltim.
“Maka penyusunan anggaran betul-betu diskemakan dengan rapi. Sehingga tidak mengorbankan kepentingan lainnya, yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat,” ucap Novan.
Sebagai bagian dari Anggota Badan Anggaran (Banggar) Kota Samarinda, ia meminta dari Pemkot Samarinda khususnya Tim Anggaran Pemerintah Daerah untuk menyusun
skema pembiayaannya yang disesuaikan dengan fungsi.
“Karena ada juga yang harus dipertimbangkan bantuan keuangan dari provinsi dan pusat. Karena ke depannya,” jelasnya.
Politikus Partai Golkar ini mengingatkan bahwa harga barang jasa itu akan naik di pasaran. Sehingga hal ini juga perlu dipertimbangkan oleh Pemkot Samarinda. Sehingga dalam pembiayaan MYC ini membutuhkan proyeksi yang matang.
“Tidak mungkin kita hanya mengandalkan murni dari APBD. Sedangkan bantuan provinsi dan bantuan pusat yang hari ini juga belum bisa dipastikan apakah sesuai dengan penjanjian. Itulah yang perlu dipertimbangkan,” tutup Novan.
