Timesnusantara.com – Samarinda.
Ramai diperbincangkan perihal video berdurasi 02.50 detik yang terekam CCTV di depan Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu.
Video tersebut memperlihatkan penyapu jalan yang tertabrak oleh sebuah mobil pickup Suzuki Carry Futura KT 8827 MI warna hitam pada Jumat, (16/9/2022) sekitar 04.15 WITA.
Penyapu jalan yang bertugas di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda ini mendapat tanggapan dari anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Damayanti Masrokan.
Damayanti, sapaan akrabnya menjelaskan, ia sangat menyayangkan mengapa bisa sampai terjadinya perihal kecelakaan yang dialami oleh petugas DLH tersebut, anggaran yang disediakan untuk safety first K3 kepada petugas sangat mencukupi.
“Tetapi real dilapangan mereka gak gunakan, alasan dari DLH waktu itu loh ya, alasannya itu mereka merasa tidak nyaman dengan kostum kostum itu, kaya sepatu itu kan harus pake boot, terus harus pakai kaos tangan, terus pakai rompi yang dari jauh sudah kelihatan ada cahayanya ya kan seperti itu,” Ucapnya.
Damayanti mengatakan kurangnya pengawasan dari DLH kepada petugas yang bertugas terkait safety first K3 yang mereka gunakan. Perlunya pengawasan langsung dari DLH untuk mengutamakan safety first K3 karena menyangkut keselamatan petugas yang berada di jalanan umum.
“Pengawasan kepada mereka harus dilakukan, karena kalau pekerja itu selamat aman nyaman pasti OPD terkait juga aman kan, tapi kalau keselamatan mereka masih menjadi bayang-bayang otomatis kan OPD juga berisiko juga imbasnya kepada OPD terkait juga,” Pungkasnya.
Harapan Damayanti, Pihak dinas terkait bisa lebih meningkatkan pengawasan yang ada dan lebih peduli terhadap petugas yang turun langsung kelapangan dikarenakan keselamatan adalah nomor satu.
- Penulis RF
