Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.
Serapan Anggaran APBD Kaltim yang begitu rendah dan mengakibatkan tingginya angka Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) di Kaltim mendapat atensi dari Politikus Partai Golkar sekaligus Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kaltim yaitu Sarkowi.

Sarkowi menjelaskan dalam interupsinya pada saat Rapur, terkait realisasi anggaran perlunya perhatian terhadap serapan anggaran yang masuk kedalam APBD.

Ia menuturkan, tingginya angka SiLPA suatu daerah menjadi penilaian buruk atas kinerja pemerintahan daerah setempat. Hal itu harusnya menjadi keprihatinan dan bukan justru menjadi suatu kebanggaan.

“Kegiatan DPR ini tidak bisa jalan kalau tidak ada anggaran, padahal semua tersusun dalam Banmus,”

“Ini mohon jadi atensi, jangan sampai silpa tinggi itu jadi kebanggaan. Ingat, ini adalah kinerja pemerintah. Bicara pemerintah ini juga kinerja DPR, kita adalah sama-sama unsur penyelenggaraan pemerintahan. Dalam Undang-Undang pemerintah daerah. Jangan sampai publik beranggapan kenapa DPR tidak melaksanakan fungsi pengawasan, ” tegasnya.

Sarkowi dengan lantang mengatakan, ini menjadi catatan buruk yang ada di Sekretariat DPRD Kaltim.

“Ini sejarah buruk, ada agenda tidak bisa dilaksanakan karena tidak ada anggaran. Jadi saya minta agar jangan samakan Sekretariat DPRD dengan OPD lain, ” ucapnya.

Anggota Komisi III ini berharap agar Pemprov Kaltim memperhatikan anggaran yang ada di Sekretariat DPRD Kaltim. Keterbatasanya anggaran menyebabkan banyak dari agenda yang sebelumnya telah disusun oleh Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kaltim tidak dapat terlaksana dan berjalan.

“Mohon jadi perhatian. Apalagi anggaran Sekretariat DPR, mohon dijadikan atensi karena pengalaman yang sedang jalan, agenda DPR tertunda gara-gara belum ada dana. Harusnya bulan ini (September, red ) kami sosialisasi Perda dan itu keputusan DPR dan TAPD, tapi tidak bisa dilaksanakan karena tidak ada anggaran. Tentu kita sayangkan, ” Tutupnya sembari memberi salam.

  • Penulis RF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *