Timesnusantara.com – Samarinda.
Strategi penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia, khususnya untuk segmen usaha mikro kecil menengah, menunjukkan hasil positif sehingga 84 persen UMKM telah beraktivitas kembali mendorong kebangkitan ekonomi.
Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar mengatakan, Pemerintah terus melakukan upaya melakukan pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi melalui berbagai program yang menyentuh sektor UMKM.
“Pastinya untuk saat ini setelah Covid-19 melandai pasti ada peningkatan, karena bagaimana pun beberapa usaha banyak yang gulung tikar,” ucapnya saat ditemui, Senin (14/11/22).
Sektor UMKM menjadi salah satu sektor yang paling terpukul di tengah pandemi. Lesunya dunia UMKM sangat berdampak besar karena segmen ini memiliki serapan tenaga kerja dan investasi cukup tinggi.
Deni menjelaskan, peningkatan ekonomi mulai membaik di tambah dengan aktivitas sudah bisa kemabali normal. Akan tetapi dirinya mengingatkan agar terus tetap menjaga protokol kesehatan.
“Menumbuhkan UMKM yang baru, geliat bisnis ekonomi mulai Kota Samarinda mulai berjalan” jelasnya.
Ia pun mendorong agar pelaku UMKM untuk berpindah ke pasar online lewat berbagai platform jual beli yang tersedia. Ruang digital yang bisa diakses oleh setiap orang di banyak tempat, memungkinkan UMKM bertahan di masa sulit seperti saat ini. Selain itu juga berharap agar ada industri yang mampu menyerap banyak tenaga kerja
“Kami Komisi IV melakukan hearing dengan Dinas Ketenagakerjaan mereka mengadakan jmf yang dilaksanakan bulan Oktober awal, lumayan mereka menggandeng sekitar 80 perusahaan untuk membuka lowongan pekerjaan bagi pencari kerja di kota Samarinda,” lanjutnya.
“Sehingga yang kami harapkan ada gebrakan. Akan banyak industri-industri di Kota Samarinda, pastinya kita berharap seperti zamannya kayu itu, otomatis kalo ada 5 perusahaan kayu saja, ada 50.000 sudah karyawan yang terserap,” pungkasnya.
