Timesnusantara.com – Samarinda.
Banyaknya penggunaan lahan parkir harusnya dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir, namun kenyataannya ditemukan kebocoran PAD sektor parkir.
Hal ini disebabkan adanya pungutan liar atau tarikan biaya parkir yang melebihi tarif normal dari juru parkir dan akhirnya berdampak pada parkir liar.
Sebagai instansi penyelenggara pelayanan publik Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perhubungan Kota Samarinda berupaya memberikan penyelesaian atas permasalahan peparkiran dengan menerapkan electronik parking melalui parkir meter.
Perusahaan Daerah (Perusda) Varia Niaga yang diberi kuasa atas penanganan electronic parking pun dinilai masih kurang oleh Dewan DPRD Kota Samarinda.
DPRD Kota Samarinda akan berupaya memanggil Perusda Varia Niaga terkait persoalan E-Parking yang saat ini tengah berjalan.
Diketahui, pengelolaan E-Parking ini dahulu dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Samarinda yang bekerja sama dengan BPD Bankaltimtara dan kemudian diserahkan kepada Varia Niaga untuk mengelola parkir.
Anggota DPRD Samarinda, Abdul Rofik mengatakan pengalihan pengolaan e-parking ke Varia Niaga agar pendapatan asli daerah bisa lebih maksimal.
“Saat itu kita alihkan ke Varia Niaga agar bisa lebih profesional, karena kalau OPD inikan juga banyak tugas,” ujarnya saat dikonfirmasi di Gedung DPRD Samarinda, Selasa (8/11/2022).
Rofik menambahkan jika perusda tersebut dapat bekerja secara maksimal maka pendapatan asli daerah kita bisa maksimal sesuai dengan keinginan pemerintah.
Namun, saat ini informasi mengenai pengelolaan parkir tersebut ternyata mengalami penurunan dan kewenangan pengelolaan parkir itu dikembalikan dari Varia Niaga ke Dishub.
“Ini kan informasinya dikembalikan ke dishub, sebenarnya ini ada apa?, kok dikembalikan,” ucapnya.
Saat ini komisi II DPRD Samarinda terus mengawasi perkembangan e-parking karena ia berharap pengelolaan parkir bisa berjalan maksimal dengan pendapatan yang juga meningkat bukan menurun.
“Sehingga berkaitan dengan hal itu maka DPRD Samarinda akan memanggil Varia Niaga untuk mengetahui lebih lanjut,” pungkasnya.
