Bagikan 👇

Timesnusantara.com – samarinda.

Serapan anggaran infrastruktur, dinilai, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang masih sangat minim.

Hal ini menurutnya dapat dilihat dari komponen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2022, Rp 1 triliun yang dikhususkan untuk kegiatan yang bersifat infrastruktur. “Hanya 50 persen yang terserap,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia meminta, anggaran yang telah tersedia dapat dimaksimalkan, guna mencapai persentase yang maksimal dan menunjang kepentingan masyarakat.

Terlebih, APBD 2023 telah disahkan. Oleh karana itu, politisi PDIP ini terus mendorong seluruh pihak maksimalkan serapan.

“Besaran yang ada itu padahal tidak terlalu besar dari total APBD sekitar Rp 13 triliun, jangan sampai sudah kecil tapi tidak terserap,” bebernya.

Ia mendorong kepada Pemprov Kaltim, untuk manfaatkan pos anggaran yang tersedia pada awal tahun, sehingga perencanaan yang telah disusun dapat menjadi sumber serapan anggaran.

“Sangking masih parahnya akses jalan darat yang saya lalui itu durasi waktunya 12 jam padahal jaraknya kurang lebih seperti dari Samarinda ke Balikpapan saja, bagi kami segala infrastruktur tentunya prioritas,” tegasnya mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *