Bagikan 👇

Timesnusantara.com – samarinda.

Meningkatnya angka HIV/AIDS di Benua Etam dinilai Anggota DPRD Kaltim, Puji Setyowati, harus menjadi perhatian dari seluruh pihak.

Pasalnya, data kuantitatif kasus HIV/AIDS di Kalimantan Timur (Kaltim) menurutnya sangat mengkhawatirkan.

“Informasi pasien HIV berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim di tahun 2022 ini, mencapai 339 kasus,” paparnya.

“Menurut saya, persoalan ini harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk dari DPRD dan instansi terkait di Kaltim, dalam rangka pengawasan terhadap penyebaran kasus HIV/AIDS,” lanjut Puji.

Ia memandang bahwa persoalan HIV/AIDS ini seperti jerami kering yang sangat mudah terbakar, artinya sangat memprihatinkan.

“Ibarat fenomena gunung es. Kalau kita melihatnya sedikit saja kasusnya. Padahal itu adalah kasus yang orang berani melaporkan, atau kasus orang karena merasa sudah tidak enak badan akhirnya diperiksa dan ternyata terkena HIV/AIDS. Tetapi yang dikhawatirkan itu penyebaran penyakit ini yang tidak terlihat,” ucapnya.

Persoalan ini, dilanjutkan Puji, tidak mungkin terjadi tanpa sebab. Oleh karenanya, ia mendorong pemangku kepentingan terkait agar mencermati dengan seksama, penyebab meningkatnya HIV/AIDS tersebut.

“Kemungkinan yang sakit itu bukan penduduk lokal, tetapi dua hal penyebab. Penduduk asli atau bukan penduduk asli. Yang jelas ini tidak boleh dibiarkan dan dianggap remeh, harus ada langkah-langkah konkrit untuk mengatasinya,” tutup Puji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *