Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Sosok Ismail Bolong belakangan ini viral di platform media sosial, akibat tersebarnya dugaan aktivitas penambangan batu bara illegal di Kaltim dalam platform media sosial miliknya.

Dalam video tersebut, Ismail mengatakan ketika menjadi pengepul emas hitam ilegal, dirinya mendapatkan penghasilan kurang lebih Rp 5-10 miliar per bulan. Beberapa petinggi polri, Polda Kaltim pun diduga terlibat dan turut menikmati hasil pertambangan ilegal tersebut. 

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun, dalam menanggapi hal tersebut mengajak masyarakat bijak dalam menilai dan tidak gegabah.

“Masyarakat dipersilahkan menilai, kemudian apabila instansi kepolisian tidak benar ya punya hak juga untuk klarifikasi. Biarkan mereka klarifikasi,” ucapnya kepada awak media, ketika ditemui di Kantor DPRD Kaltim.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, pada dasarnya tidak akan pernah diperbolehkan kegiatan apapun yang berdampak buruk pada lingkungan, apalagi merugikan masyarakat.

“Memang kalau Idealnya ya tidak boleh ada backing-backingan. Tidak boleh ada pihak-pihak atau oknum yang merusak lingkungan dan merugikan negara,” pungkas Samsun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *