Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur.

Dukungan terhadap pembangunan pertanian dalam arti luas (pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan termasuk pengembangan industrinya) Kutai Kartanegara memberikan alokasi dana APBD sebesar 10 persen.

Dalam hal ini memang diperlukan agar mampu mengembangkan pertanian menjadi lebih baik, serta perlu perhatian penuh kepada sektor pertanian.

Menanggapi hal tersebut, menurut Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun, sangat wajar jika sektor pertanian mendapat perhatian lebih besar sebab masa depan satu daerah pasti akan sangat bergantung pada pengembangan sektor pertanian.

“Dukungan ini menjadi bukti konkret pemerintah, dengan tidak hanya sekedar lip service atau bisa disebut dengan janji manis semata dan program di atas kertas, bahwa kita harus menyumbangkan Pertanian, tapi dia support dengan kebutuhan dana,” ungkap Samsun saat ditemui awak media.

Sementara itu, Samsun menilai dengan adanya dukungan dana memadai tentu akan memberikan dorongan semangat dan memotivasi para pelaku di sektor ini untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas.

“Apabila hanya dalam bentuk program seperti Kaltim Green dan lain sebagainya, tetapi tidak ada dukungan dana yang diberikan. Maka saya yakin, tidak akan berdampak signifikan. yah sama saja seperti tandatangan di atas kertas kan,” ucapnya.

Selain sektor pertanian yang kini telah memiliki jalan usaha tani sebagai sarana dan prasarana pertanian, sektor perikanan Kukar juga sangat baik. Untuk itu, Samsun berharap seluruh aspek dapat di optimalkan, agar Kukar semakin berkembang dan mampu bersaing secara ekonomi dengan wilayah lainnya di Indonesia.

“Sumber daya perikanan mereka cukup bagus. Jadi ini harus dikembangkan, lagi-lagi itu untuk peningkatan produktivitas Petani dan Nelayan, supaya mereka lebih produktif.” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *