Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Kaum milenial memiliki peran yang sangat strategis dalam menyukseskan pembangunan demokrasi di era modern saat ini.

Perkembangan teknologi dan era disrupsi saat ini memungkinkan generasi penerus bangsa ini mengambil dan memerankan fungsinya sebagai pilar kebangsaan, terutama dengan cara aktif dan kreatif dalam memanfaatkan berbagai fasilitas teknologi dalam dunia politik.

Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, usai menghadiri kegiatan Kuliah Umum yang dirangkai dalam kajian bedah buku berjudul “ALDERA Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999”. yang diselenggarakan oleh Universitas Mulawarman (Unmul). Di GOR 27 September Unmul. Selasa (28/2/2023).

Menurutnya, kaum milenial bisa menjadi trigger bagi terbangunnya demokrasi yang berkualitas, manakala mereka mau dan terkelola dalam alam dan dimensinya oleh sistem serta instrumen-instrumen negara sebagai media demokrasi.

“Digenarasi muda saat ini, sifat demokrasi mulai terkikis, ya memang terkikis,” ungkap Puji.

Puji menilai, tanpa kemampuan literasi yang baik, mahasiswa akan mudah terbawa dalam setting politik yang berkembang. Oleh karena itu, dia menyimpulkan, literasi menjadi tantangan bagi demokrasi di Indonesia, di mana peran mahasiwa sebagai kaum intelektual turut diperlukan.

“Terkikisnya demokrasi terhadap kaum muda ini bermacam-macam, mulai dari sistem kurikulum, sistem pembelajaran kita, dan sangat memungkinkan juga di era globalisasi dan merasa nyaman” tuturnya.

Sehingga politisi Demokrat itu pun berpesan kepada para kaum muda, terkhusus bagi para mahasiswa agar dapat meningkatkan literasi terhadap demokrasi. Agar tugas-tugasnya sebagai mahasiswa dilaksanakan dengan sebenar-benarnya.

“Memang benar kita berkuliah di kampus namun sebenarnya labnya adalah di masyarakat, itulah yang kurang dikerjakan oleh mahasiswa saat ini. mahasiswa juga asik dengan gawainya, namun literasi nya kurang,” jelasnya.

Terakhir Ia berpesan kepada kaum muda, bahwa di zaman saat ini, cara untuk mendapatkan informasi, literasi sudah sangat mudah didapat.

“Seharusnya secara langsung apa yang terjadi di lingkungan kita dan masyarakat itu sebenernya literasi kita ada disitu, sekali lgi itu yang kurang dikerjakan oleh teman-teman mahasiswa,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *