Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang rutin dilakukan Komisi IV setiap awal bulan bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Samarinda di gelar di Ruang Rapat Gabungan DPRD Kota Samarinda. Kamis (2/3/23).

RDP kali ini membahas program kerja Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Samarinda serta Raperda Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga yang berada di Kota Samarinda.

Disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti, bahwa Komisi IV diberi mandat dalam pembentukan Pansus tentang Raperda Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga, oleh karena itu RDP ini sebagai salah satu komitmen dalam menyelesaikan Raperda tersebut.

“Raperda ini salah satu raperda inisiatif dari Komisi IV, karena kita melihat banyak sekali masalah mulai lahir sampai dengan meninggal, bahwa keluarga itu perannya sangat penting nah disini kita perlu meningkatkan dan mengoptimalkan 8 fungsi keluarga, 8 fungsi agama, dan 8 fungsi ekonomi,” ungkapnya saat ditemui seusai RDP.

Selain itu, Puji menilai RDP ini juga berkaitan dengan data-data yang akan menjadi masukan untuk Raperda tersebut.

Puji menuturkan dalam RDP ini mendapati beberapa data yang akan menjadi bahan pertimbangan untuk Raperda, salah satunya penyesuaian indikator terkait anggaran.

“Nah ini yang ingin kita gali ternyata anggaran yang kecil ini juga tidak bisa memaksimalkan bagaimana sampai instruksi undang-undang yang kita tegulasi dari pusat itu tidak bisa diemplementasikan di Kota Samarinda,” ujarnya.

Puji mengatakan dengan tugas dan arahan yang diberikan dengan turun langsung kelapangan masih banyak didapati banyak kekurangan dari segi sarana dan prasana bahkan sampai dengan sumber daya manusianya.

Dengan demikian, Komisi IV berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) bisa memaksimalkan peran untuk Pembangunan Ketahanan Keluarga.

“Mulai dari penanganan stunting, pencegahan terhadap narkoba, kenakalan remaja, pernikahan dini dan lain sebagainya, semua permasalahan termasuk permasalahan penguatan ekonomi di keluarga itu bisa mengentaskan kemiskinan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *