Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahrony Pasie menilai faktor penyebab terjadinya musibah banjir di Samarinda adalah adanya aktivitas Pematangan Lahan.

“Saya lihat faktor penyebab itu ada banyak hal, seperti adanya pembukaan lahan, galian C atau pembangunan perumahaan, sehingga yang tadinya menjadi daerah resapan itu tidak berfungsi lgi dengan baik,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, selain karena pematangan lahan, masalah drainase juga menjadi faktor terjadinya banjir akibat tidak mampu menampung debit air dengan sekala banyak.

“Kemudian juga saluran drainase, karena saya liat drainase itu masih yang lama, memang secara kapasitas itu sudah tidak mampu lagi menampung debit air lagi,” ucapnya.

Tentunya masalah ini masih mejadi Pekerjaan Rumah (PR) penting untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam menangani banjir yang masih terjadi.

“Seperti saluran drainase yang ada di daerah pemukiman atau perumahan itu memang perlu perbaikan atau peningkatan agar mampu menampung dan mengalirkan debit air yang baik,” jelasnya.

Di sisi lain, Legislator Basuki Rahmat ini juga mengakui bahwa upaya yang dilakukan oleh Pemkot untuk meminimalisir banjir sudah maksimal.

“Ya kalau bicara sesuai ya belum sepenuhnya, tapi paling tidak sudah meminimalisir untuk debit air pada saat curah hujan tinggi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *