Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyoroti permasalahan perundungan (bullying) di dunia pendidikan. Permasalah ini menimbulkan dampak negatif pada kesejahteraan fisik dan mental korban, serta berpotensi membentuk karakter pelaku dan korban.

“Kami menegaskan untuk mengatasi masalah ini dan mengajak pihak sekolah dan orang tua untuk turut berperan dalam mengurangi insiden perundungan di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Ananda menekankan, bahwa kerjasama antara pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua untuk secara bersama-sama mencegah dan menangani perundungan ini harus digalakkan dan disosialisasikan.

“Selain itu, Lingkungan tempat tinggal dan peran orang tua juga menjadi faktor yang memengaruhi perilaku, sehingga ia menyarankan peran aktif orang tua dalam mengawasi dan mendampingi anak-anak di rumah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Politisi PDIP itu juga mengusulkan pencegahan perundungan melalui tim satgas yang aktif mendampingi anak-anak di sekolah.

“Perlu kita ingat Implementasi peraturan sekolah yang tegas terhadap perundungan dan peningkatan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di sekolah harus menjadi fokus kita bersama,” pungkasnya.

Penulis : Nur Faradita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *