Bagikan 👇

Timesnusantara.com- Kalimantan Timur. Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Ananda Emira Moeis menyoroti Angka stunting di provinsi Kalimantan Timur.

“Angka stunting di provinsi Kalimantan Timur masih berada di angka 23 persen, nanti ya ini akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi penerus karena menggambarkan kondisi anak mengalami gangguan pertumbuhan dari ukuran semestinya,” ungkapnya Jumat (24/11/23).

Ananda mengungkapkan, bahwa pemerintah pusat maupun daerah sudah memberikan bantuan-bantuan yang cukup baik untuk posyandu-posyandu.

“Peran pemerintah amat vital dalam penanganan stunting, termasuk juga mengoptimalkan posyandu di desa-desa. Jika dijalankan sesuai prosedur, tumbuh kembang anak dapat terawasi penggiat Posyandu,” tuturnya.

Ananda berharap agar penanganan stunting bisa lebih dimaksimalkan agar bisa mencapai angka di bawah standard nasional.

“Karena itu, daalam penanganan penekanan stunting di Kaltim sinergitas tidak hanya antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, tapi juga dari dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Nur Faradita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *