Bagikan 👇

Timesnusantara.com- Kalimantan Timur. Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani mengungkapkan, polemik rencana pembangunan terowongan gunung manggah, Samarinda Kota, masih menyimpan banyak segudang pertanyaan.

Diketahui, proyek terowongan di Jalan Sultan Alimudin menghubungkan menuju Jalan Kakap tersebut, merupakan langkah strategis untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi di kawasan gunung manggah.

“Terkait target pembangunan yang digadang-gadang menelan angka miliaran rupiah ini, kami melihat belum membuahkan hasil yang maksimal. Apalagi, berdasarkan program pembangunan Multi Years Contract (MYC) atau kontrak tahun jamak ini, bakal rampung pada awal tahun 2024 ini,” ungkap Angkasa.

Angakasa menyebutkan, beberapa catatan penting dalam proyek MYC trowongan ini. Seperti pemenuhan ANDALALIN (Analisis Mengenai Lalu Lintas Jalan), analisis dampak lingkungan, hingga project pembangunan fisik.

“Karena dari pengakuan Dinas Perhubungan (Dishub) belum ada, dan terpenting kegiatan pembangunan tersebut juga harus menuangkan hasil analisis dampak lalu lintasnya,” tuturnya.

Selain itu, Angkasa juga menyoroti terkait tembusan terowongan di segmen Jalan Kakap hingga saat ini jalan tersebut masih menjadi persoalan di antara pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan Pemkot Samarinda.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, seharusnya terowongan ini sudah selesai terbangun pada September lalu, namun yang kami ingin tahu apakah persoalan itu sudah benar-benar clear atau belum,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *