Bagikan 👇

Timesnusantara.com, KUKAR. Program dedikasi beasiswa 1.000 guru sarjana telah berjalan dengan baik di Kutai Kartanegara. Terbukti, dalam dua tahun sejak 2022-2023, sebanyak 416 guru telah merasakan manfaat dari program ini.

Program ini menyasar guru di sekolah negeri dan swasta di Kukar sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia yang unggul, berdaya saing, dan mandiri. Di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Edi Damansyah-Rendi Solihin, program ini berhasil direalisasikan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dendy Irwan Fahriza, menyatakan bahwa program beasiswa ini ditargetkan berlangsung selama lima tahun. Pada tahun 2023, sebanyak 200 guru telah menerima beasiswa, dan tahun ini, Pemkab Kukar kembali membuka program beasiswa 1.000 guru sarjana.

Program ini menyasar guru yang belum memiliki gelar sarjana (S1 pertama) dan guru yang memerlukan gelar tambahan agar linier dengan mata pelajaran yang diajarkan (S1 kedua). “Dua tahun berturut-turut kami menyelenggarakan dengan target 900 orang untuk lima tahun. Pada tahun pertama, kami mencapai 203 orang, dan tahun kedua mencapai sekitar 213 orang,” kata Dendy pada Senin (1/7/24).

Sistem pendaftaran dibuka dua kali setiap tahun, yaitu pada enam bulan pertama dan enam bulan kedua. Strategi ini berjalan dengan baik, dengan jumlah penerima beasiswa melebihi target.

“Strategi ini dilakukan karena kami ingin memastikan mahasiswa atau siswa beridentitas Kutai Kartanegara yang tidak difasilitasi melalui beasiswa Kaltim Tuntas dapat difasilitasi oleh Kukar Idaman. Kami juga menunggu pendaftar tahap kedua untuk memastikan tidak ada yang tertolak,” ujarnya.

Dendy menambahkan bahwa antusiasme pendaftar tahun ini sangat tinggi dan berharap target dapat tercapai. “Kami juga terus mensosialisasikan program ini ke sekolah-sekolah agar jumlah pendaftar beasiswa 1.000 guru sarjana dapat meningkat,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *