Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah merancang sebuah sekolah olahraga khusus yang ditujukan untuk memfasilitasi atlet difabel. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan peluang yang setara bagi atlet penyandang disabilitas agar dapat berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi, baik di tingkat lokal maupun internasional.

AA Bagus Sugiarta, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, menjelaskan bahwa sekolah olahraga untuk difabel ini akan dilengkapi dengan fasilitas yang sepenuhnya mendukung kebutuhan atlet difabel. Dengan pelatihan yang disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing, sekolah ini bertujuan menciptakan lingkungan yang inklusif dan memungkinkan atlet difabel untuk berlatih secara maksimal.

“Sekolah ini akan dilengkapi dengan pelatihan yang disesuaikan dengan kemampuan fisik atlet difabel, serta fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas. Dengan cara ini, kami yakin mereka dapat mengembangkan kemampuan mereka dan berprestasi, baik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional,” ujar Bagus, Senin (13/11/2024).

Bagus juga menegaskan bahwa, selain menjadi tempat pelatihan, sekolah olahraga ini akan berperan penting sebagai pusat regenerasi atlet difabel di Kaltim. Program ini diharapkan bisa menghasilkan atlet-atlet muda yang siap bersaing di level lebih tinggi dan menjadi kebanggaan daerah.

“Sekolah ini bukan hanya untuk pelatihan, tetapi juga untuk mencetak atlet difabel yang dapat mengangkat nama Kaltim dalam berbagai ajang olahraga. Kami ingin memberikan peluang bagi mereka untuk berkembang dan mencapai prestasi yang lebih tinggi,” tambah Bagus.

Selain itu, Bagus berharap melalui pendirian sekolah ini, masyarakat akan semakin menyadari potensi luar biasa yang dimiliki oleh atlet difabel. Dengan fasilitas yang mendukung dan pelatihan yang tepat, atlet difabel dapat membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi halangan untuk meraih prestasi.

“Melalui langkah ini, kami berharap dapat mengubah stigma masyarakat terhadap atlet difabel dan membuka lebih banyak peluang bagi mereka untuk berprestasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *