Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda. Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) dikeluhkan sejumlah warga Samarinda yang kesulitan mendapatkan stok untuk kebutuhan memasak. Seorang ibu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya mengaku pulang dengan tangan kosong setelah mendatangi agen gas PT Ranugas Utama di Jalan Setosa, RT 45.

“Gasnya ada, tapi katanya belum dijual,” ujarnya dengan nada kecewa. Kelangkaan ini sudah dirasakannya selama 10 hari terakhir. Ia juga khawatir kebijakan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang melarang penjualan elpiji subsidi di warung kelontong akan memperparah situasi. “Kalau beli di warung bisa sampai Rp50 ribu satu tabung,” tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Fredi, Petugas Administrasi LPG PT Ranugas Utama, membantah adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg di Samarinda. Menurutnya, stok gas tetap tersedia, tetapi distribusi dilakukan sesuai jadwal.

“Gas enggak langka. Kalau siang memang kosong, tapi sore pasti ada,” jelas Fredi. Ia menambahkan bahwa agen mereka mendistribusikan 1.000 tabung setiap hari ke lima pangkalan berbeda.

PT Ranugas Utama juga memastikan bahwa seluruh pangkalan mereka tidak menjual gas melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai perjanjian yang telah ditetapkan.

Warga berharap agar distribusi gas dapat lebih merata dan mudah diakses, terutama setelah kebijakan pembatasan penjualan elpiji subsidi diterapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *