Timesnusantara.com — Samarinda. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diluncurkan secara nasional sejak 10 Februari 2025 terus mendapat sambutan positif dari masyarakat Kalimantan Timur. Melalui program ini, seluruh warga Indonesia tanpa batasan usia dapat memeriksakan kesehatannya secara gratis pada hari ulang tahun mereka, sebagai bentuk penghargaan terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat di Kaltim terus meningkat meski program ini masih dalam tahap awal pelaksanaan.
Ia menyebutkan bahwa dibandingkan dengan beberapa provinsi lain, capaian Kaltim tergolong cukup baik.
“Hingga 13 Februari 2025, lebih dari 100 warga telah mendaftar untuk memanfaatkan layanan ini. Kami optimistis angka ini akan terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat,” ujarnya, Kamis (20/2/2025).
Di Kaltim sendiri, program ini telah diimplementasikan di seluruh kabupaten/kota melalui 188 puskesmas yang tersebar di 10 daerah. Dinkes Kaltim pun terus mengimbau masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan ini, khususnya bagi mereka yang berulang tahun pada Januari dan Februari tetapi belum menjalani pemeriksaan.
“Masyarakat masih bisa melakukan cek kesehatan hingga April. Kami harap warga tidak hanya memanfaatkan program ini untuk diri sendiri, tetapi juga mengajak keluarga dan lingkungan sekitar,” tambahnya.
Sebagai bagian dari skema jaminan kesehatan, program CKG telah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi penyakit, biaya pengobatan akan sepenuhnya ditanggung oleh BPJS.
“Kami ingin memastikan tidak ada kendala dalam pelayanan. Bila ada kasus di mana hasil pemeriksaan tidak ditindaklanjuti, masyarakat dipersilakan melapor ke Dinkes,” tegas Jaya.
Ia juga mengingatkan bahwa warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan sebaiknya segera mendaftar melalui Dinas Sosial.
“Kepemilikan BPJS sangat penting agar rujukan ke fasilitas kesehatan dapat dilakukan sesuai kebutuhan medis pasien,” pungkasnya.
Dengan partisipasi yang terus meningkat, Dinkes Kaltim berharap program ini dapat menjadi langkah preventif untuk mendeteksi dini berbagai penyakit, sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan mereka. (R)
