Timesnusantara.com — Samarinda. Sejumlah mahasiswa mendatangi gedung DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menyampaikan keresahan terkait isu pemangkasan anggaran di berbagai sektor. Aspirasi itu diterima langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di depan gedung dewan.
Ananda mengungkapkan bahwa pihaknya memahami kekhawatiran yang disuarakan para mahasiswa. Ia menegaskan seluruh masukan yang disampaikan akan menjadi perhatian DPRD dan dibahas sesuai kewenangan yang dimiliki.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap kebijakan anggaran daerah. Aspirasi ini akan kami bawa dalam forum pembahasan di DPRD, bahkan akan diteruskan ke Gubernur, Wakil Gubernur, serta pemerintah pusat,” ujar Ananda usai menandatangani surat kesepakatan bersama perwakilan mahasiswa, Senin (24/2/2025).
Menanggapi isu pemangkasan anggaran, Ananda memastikan bahwa DPRD Kaltim tetap berkomitmen menjaga alokasi anggaran untuk sektor-sektor prioritas, khususnya pendidikan. Ia menegaskan tidak ada pengurangan anggaran di sektor tersebut dan alokasinya tetap sesuai amanat undang-undang.
“Anggaran pendidikan di Kaltim tetap dipertahankan minimal 25 persen dari total APBD sebagaimana diatur dalam regulasi. Tidak ada pemangkasan di sektor pendidikan karena kami paham pentingnya peran pendidikan bagi masa depan daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ananda menerangkan bahwa penyesuaian anggaran dilakukan secara selektif, dengan fokus pada efisiensi di sektor-sektor non-esensial seperti perjalanan dinas, kegiatan seremonial, dan beberapa proyek infrastruktur yang dinilai masih dapat ditunda.
“Penyesuaian ini bukan tanpa pertimbangan. Kami pastikan pelayanan publik dan program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat tetap berjalan optimal,” imbuhnya.
Ananda berharap keresahan mahasiswa dapat terjawab dengan langkah-langkah konkret dari pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi semua pihak untuk menjaga stabilitas anggaran tanpa mengorbankan pelayanan publik.
“Kami berkomitmen untuk selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Semoga kolaborasi ini menghasilkan kebijakan yang adil, tepat sasaran, dan bermanfaat bagi masyarakat Kaltim,” pungkasnya. (R)
