Timesnusantara.com — Samarinda. Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Rusdi, menegaskan bahwa pondasi kemajuan suatu daerah tidak bisa dilepaskan dari kekuatan ekonomi masyarakatnya. Baginya, visi menjadikan Samarinda sebagai kota yang lebih maju dan sejahtera harus dimulai dari penguatan ekonomi rakyat di level terbawah.
Selama masa jabatannya di parlemen, Rusdi menyatakan komitmennya untuk mendorong ekonomi kerakyatan sebagai prioritas utama pembangunan.
Sistem ini diyakini mampu mendorong keadilan sosial dan pemerataan hasil pembangunan, karena memberdayakan kelompok-kelompok ekonomi kecil seperti pedagang tradisional, pelaku UMKM, hingga petani dan nelayan.
“Kalau kita ingin Samarinda tumbuh sebagai kota yang lebih baik, maka kita harus mulai dari masyarakat. UMKM dan ekonomi kerakyatan adalah jantungnya,” ujarnya, Rabu (2/4/2025).
Ia menjelaskan bahwa ketika kondisi ekonomi masyarakat membaik, maka sektor-sektor lain akan ikut terdorong. Anak-anak bisa mengakses pendidikan lebih mudah, layanan kesehatan menjadi lebih terjangkau, dan ketergantungan terhadap program subsidi seperti BPJS gratis pun bisa berkurang.
“Ketika rakyat memiliki penghasilan yang layak, mereka akan mandiri. Mereka tidak akan terlalu bergantung pada bantuan pemerintah,” imbuhnya.
Meski fokus utama ada pada penguatan ekonomi rakyat, Rusdi juga menggarisbawahi bahwa sektor lain tetap menjadi perhatian, khususnya pendidikan dan infrastruktur. Menurutnya, DPRD terus mendorong pembangunan sekolah-sekolah baru di kawasan padat penduduk, sebagai upaya memperluas akses pendidikan yang merata.
“Kami banyak menerima aspirasi warga terkait kebutuhan sekolah baru. Sudah kami ajukan ke Pemkot. Kalau disetujui, akan segera dibangun,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya kebersihan dan kualitas ruang kelas sebagai bagian dari kenyamanan dan mutu pendidikan. Selain itu, infrastruktur jalan juga termasuk dalam daftar usulan pembangunan yang terus diperjuangkan oleh pihak legislatif.
Lebih lanjut, Rusdi mengakui bahwa tantangan membangun kota tidak bisa diselesaikan sekaligus. Namun ia berkomitmen agar seluruh aspirasi masyarakat yang diterima bisa diakomodasi secara bertahap dan berkelanjutan.
“Apa yang kami lakukan hari ini adalah bagian dari langkah kecil menuju perubahan besar. Dan semuanya bermula dari mendengar suara rakyat,” pungkasnya. (R)
