Timesnusantara.com – Samarinda. Di tengah padatnya pemukiman warga di Samarinda, masalah sanitasi terus menjadi isu yang sering terabaikan, meskipun dampaknya sangat besar terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menyampaikan kekhawatirannya mengenai kondisi sanitasi yang buruk ini dan mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
Menurut Andi Satya, sanitasi yang tidak memadai dapat menyebabkan berbagai penyakit serius seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Ia menilai banyak warga yang belum sepenuhnya menyadari dampak negatif dari buruknya fasilitas sanitasi di sekitar mereka.
“Seringkali, masyarakat tidak menyadari ancaman besar yang ditimbulkan oleh sanitasi yang buruk. Ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan kesehatan kita,” jelasnya, Selasa (2/4/2025).
Sebagai seorang dokter, Andi Satya mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya sanitasi yang layak. Ia menyarankan pemanfaatan media sosial sebagai sarana untuk mengedukasi warga tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat di lingkungan yang padat penduduk.
“Media sosial adalah alat yang efektif untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat, khususnya di era digital seperti sekarang ini. Ini adalah cara yang baik untuk mengubah pola pikir warga tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti peran pemerintah dalam menangani masalah sanitasi ini. Ia menyatakan bahwa DPRD berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sanitasi di seluruh kawasan, baik di perkotaan maupun pedesaan.
“Kami di DPRD akan terus mendukung dan mendorong agar program-program peningkatan sanitasi ini bisa berjalan dengan baik, karena hal ini berhubungan langsung dengan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.
Bagi Andi Satya, masalah sanitasi bukan hanya soal infrastruktur fisik, melainkan juga menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat. Ia percaya bahwa dengan upaya bersama yang berkelanjutan, kualitas sanitasi di Kaltim, terutama di Samarinda, bisa terus membaik.
“Sanitasi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga tentang martabat kita sebagai masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Dengan usaha bersama, saya yakin kualitas lingkungan kita bisa lebih baik dan sehat untuk ditinggali,” tutupnya.
