Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Wakil Ketua DPRD Samarinda, Ahmad Vanandza, menyerukan pentingnya komitmen anggota dewan dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Menurutnya, tugas legislatif bukan hanya sebatas menyerap keluhan warga, tetapi juga memastikan keluhan tersebut mendapat jalan penyelesaian melalui kebijakan atau program pemerintah.

“Jangan sampai kita datang ke masyarakat, mendengar keluhan mereka, tapi tidak ada satu pun yang terealisasi. Kalau itu terjadi, kepercayaan warga bisa hilang,” ucap Vanandza, Kamis (3/4/2025).

Setiap anggota DPRD memiliki kesempatan melakukan kegiatan reses untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat. Vanandza menyebut, data dan masukan yang diperoleh dari forum reses semestinya tak berhenti menjadi dokumen administratif, tetapi diteruskan ke lembaga teknis yang memiliki kewenangan menindaklanjutinya.

Proses ini, sambungnya, juga dilanjutkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), tempat di mana usulan-usulan warga diramu agar selaras dengan skala prioritas pembangunan kelurahan maupun kecamatan.

“Kita pastikan jangan sampai ada program yang tumpang tindih atau malah tidak menyentuh kebutuhan utama masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan inti kota Samarinda sudah menunjukkan kemajuan signifikan. Banyak gang dan jalan yang sudah diperbaiki, termasuk saluran drainase yang semakin tertata.

Namun, Vanandza mengingatkan agar perhatian tidak hanya berpusat di wilayah tengah kota. Beberapa daerah di pinggiran seperti Samarinda Ilir dan Sambutan, menurutnya, masih mengalami ketertinggalan dari segi infrastruktur dasar.

“Ini yang harus kita kawal bersama. Semua wilayah berhak atas pembangunan yang merata,” tegasnya.

Meski terpilih melalui daerah pemilihan tertentu, Vanandza menekankan bahwa tanggung jawab anggota DPRD berlaku untuk seluruh warga Samarinda, tanpa pengecualian. Karena itu, ia membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan, terutama saat masa reses berlangsung.

“Saya biasa undang warga sekitar saya, juga para pengurus RT atau komunitas lokal, untuk diskusi terbuka. Silakan sampaikan apa pun, karena suara kalian adalah dasar kerja kami,” pungkasnya. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *