Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera melaporkan jika mengalami kendala serupa, sehingga dapat ditindaklanjuti dengan cepat. Saat ini, investigasi masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti dari masalah ini.
Di sisi lain, beberapa bengkel di Samarinda melaporkan adanya peningkatan jumlah kendaraan yang mengalami gangguan setelah mengisi Pertamax. Seorang mekanik bernama Fery mengungkapkan bahwa filter pada motor yang masih baru ditemukan dalam kondisi sangat kotor, diduga akibat bahan bakar yang digunakan. Ia khawatir hal ini dapat berdampak buruk pada sistem injeksi kendaraan dan menimbulkan kerusakan yang lebih serius.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengaku belum mendapatkan laporan resmi mengenai persoalan ini. Menurutnya, kemungkinan penyebab masalah bukan berasal dari kualitas BBM, melainkan dari faktor perawatan kendaraan. “Saya rasa dalam jutaan kendaraan yang beroperasi, wajar jika ada beberapa yang mengalami kendala. Bisa saja tangkinya jarang dibersihkan atau kendaraan belum mendapatkan servis berkala,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak kepolisian melalui Kasatreskrim Polresta Samarinda, AKP Dicky Anggi Pranata, telah melakukan pengecekan terhadap sejumlah SPBU yang diduga terlibat. “Kami akan mengirimkan sampel BBM ini ke laboratorium, jadi hasilnya membutuhkan waktu untuk diketahui,” kata Dicky setelah melakukan uji kandungan air dalam tiga jenis bahan bakar di Samarinda.
Seorang warga, Tio (27), mengaku bahwa motornya mengalami masalah setelah mengisi Pertamax di salah satu SPBU di kawasan Sambutan pada Jumat (28/3/2025). “Setelah isi BBM, gas motor tiba-tiba naik turun. Mesin brebet, padahal baru saja isi Pertamax di SPBU Sambutan,” keluhnya.
Dalam beberapa hari terakhir, banyak pengendara di Samarinda, Kalimantan Timur, mengeluhkan kendaraan mereka mengalami masalah, mulai dari mesin brebet hingga mogok, setelah mengisi bahan bakar Pertamax di berbagai SPBU. Keluhan ini ramai dibahas di media sosial dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
