Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Sebagai bentuk dukungan terhadap visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan melalui program prioritas Asta Cita, Komisi II DPRD Samarinda menyatakan komitmennya dalam mengawal pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang kini mulai menyasar kawasan perkotaan, termasuk Samarinda.

Melalui program ini, Kementerian Pertanian RI berupaya mendorong peningkatan hasil produksi pertanian, baik dengan menjaga keberlangsungan luas lahan yang ada maupun melalui peningkatan kualitas daya dukung lahan yang mulai tergerus perkembangan kota.

Tak hanya difokuskan pada kawasan pertanian utama seperti Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser, Program Oplah juga dirancang untuk menyentuh kota-kota besar seperti Samarinda yang dalam beberapa dekade terakhir mengalami tekanan lahan pertanian akibat ekspansi pemukiman dan industri.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengikuti berbagai agenda sosialisasi teknis yang dilakukan oleh kementerian secara daring.

“Kami telah mengikuti rangkaian koordinasi bersama kementerian melalui Zoom Meeting. Saat ini kami masih menunggu instruksi lanjutan terkait pelaksanaan konkret di lapangan,” ujarnya saat ditemui belum lama ini.

Viktor menambahkan bahwa data detail mengenai alokasi luasan lahan dalam skema Oplah di Samarinda memang belum final, mengingat saat ini masih dalam tahap awal sosialisasi.

Meski demikian, beberapa wilayah telah diidentifikasi sebagai lokasi potensial untuk pengembangan, seperti Kelurahan Makroman dan Lempake.

Sebagai legislator dari Partai Demokrat, Viktor menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pelaksanaan Oplah di kota ini berjalan maksimal.

“Kami berharap kerja sama lintas sektor dapat dibangun dengan kuat, agar program ini benar-benar berdampak nyata di lapangan,” katanya.

Viktor juga menegaskan bahwa DPRD, khususnya Komisi II, akan aktif dalam fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan pertanian di daerah.

“Kami tetap akan mengawal dan memastikan setiap prosesnya berjalan sesuai rencana. Sebagai mitra kerja, kami rutin berkoordinasi dengan dinas terkait demi kelancaran program,” tutupnya. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *