Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Isu kesehatan perempuan kembali mendapat sorotan tajam dari kalangan legislatif Kota Samarinda. Sri Puji Astuti, anggota DPRD setempat yang juga berlatar belakang medis, menyuarakan keprihatinannya terhadap tingginya kasus kanker di kalangan perempuan dan dampak seriusnya terhadap stabilitas keluarga.

Menurut Puji, kanker rahim dan payudara merupakan dua jenis yang paling banyak menyerang perempuan. Meskipun ada pula jenis lain seperti kanker paru-paru dan pankreas, namun organ reproduksi dan payudara menjadi bagian tubuh yang paling rentan terhadap penyakit ini.

“Kondisi ini tidak hanya menghantam fisik perempuan, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan sosial dalam kehidupan mereka,” jelasnya, Senin (7/4/2025).

Ia menegaskan bahwa peran perempuan dalam keluarga sangat vital. Ketika seorang ibu atau istri didiagnosis kanker, efeknya bisa menjalar ke berbagai aspek, dari psikologis hingga ekonomi keluarga.

“Perempuan adalah tiang rumah tangga. Ketika tiang ini terguncang, maka struktur keluarga juga terancam goyah. Anak-anak pun menjadi pihak yang paling rentan terdampak,” tegas Puji.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa penanganan kanker bukan semata persoalan medis, melainkan juga menyangkut ketahanan keluarga secara menyeluruh. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap deteksi dini serta pengobatan yang tepat.

“Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan agar perempuan bisa mendapatkan akses layanan kesehatan sejak dini. Ini bukan hanya soal menyelamatkan individu, tapi juga menjaga utuhnya fondasi keluarga,” tutupnya. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *