Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud memanfaatkan hari pertama aktivitas perkantoran usai libur Idulfitri 1446 H untuk meninjau langsung pelayanan publik. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) di Jalan Wahid Hasyim I, Sempaja Selatan, Samarinda pada Selasa (8/4/2025).

Didampingi Wakil Gubernur Seno Aji serta Sekretaris Daerah Sri Wahyuni, kunjungan ini bertujuan memantau kinerja pelayanan sekaligus memberi dorongan kepada masyarakat agar memanfaatkan momentum kebijakan pemutihan pajak yang tengah berlangsung.

Situasi di kantor Samsat terpantau ramai, namun tetap tertib. Warga menunjukkan antusiasme tinggi untuk mengurus kewajiban pajak kendaraan mereka. Gubernur Rudy menyampaikan apresiasinya atas kedisiplinan warga.

“Saya mengapresiasi semangat masyarakat yang tetap tertib meski kondisi cukup padat. Semua pajak yang dibayarkan akan dikembalikan untuk pembangunan daerah demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah tengah menggulirkan program penghapusan tunggakan pajak kendaraan, termasuk yang menunggak hingga sepuluh tahun terakhir. Kebijakan ini diyakini mampu mendorong tingkat kepatuhan pajak, sekaligus mengurangi beban masyarakat.

Gubernur juga menyoroti pentingnya adaptasi teknologi dalam pelayanan publik. Meski sistem pembayaran elektronik telah tersedia melalui berbagai platform seperti Tokopedia, LinkAja, Indomaret hingga kantor pos, ia memahami bahwa sebagian masyarakat masih enggan beralih dari layanan manual.

“Transaksi elektronik itu jauh lebih praktis. Tapi bagi yang belum terbiasa, kami tetap sediakan opsi manual. Yang penting masyarakat terlayani dengan baik,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi tambahan, Pemprov Kaltim juga mengumumkan program undian berhadiah dengan total nilai mencapai Rp5 miliar. Program ini berlaku dari 8 April hingga 30 Juni 2025, khusus bagi warga yang telah memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan.

“Insentif ini bukan hanya bentuk penghargaan, tapi juga strategi mendorong kepatuhan pajak secara luas. Pajak yang terkumpul akan dikembalikan lagi untuk membiayai pembangunan Kalimantan Timur,” pungkas Rudy. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *