Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) secara resmi meluncurkan program unggulan Gratispol (Gratis Program Layanan) melalui seremoni yang digelar di Convention Hall GOR Kadrie Oening, Kota Samarinda, Senin (21/4/2025). Kegiatan tersebut dihadiri ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat dan menandai komitmen baru dalam pelayanan publik yang lebih inklusif.

Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa tugas utama kepala daerah adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bukan sekadar menjalankan administrasi pemerintahan.

“Saya hadir di sini bukan sebagai pejabat, melainkan sebagai pelayan masyarakat Kalimantan Timur,” ujarnya dalam sambutan.

Program Gratispol mencakup sejumlah layanan publik tanpa biaya, meliputi pendidikan gratis mulai dari jenjang SMA/SMK/SLB hingga perguruan tinggi (D3 hingga S3), pelayanan kesehatan gratis, akses internet desa tanpa biaya, umrah gratis bagi marbot masjid, seragam sekolah gratis, dan pembebasan biaya administrasi rumah bagi warga kurang mampu.

Gubernur Rudy menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari visi bersama dirinya bersama Wakil Gubernur Seno Aji dalam mewujudkan pemerintahan yang berpihak kepada rakyat.

Menurutnya, pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak hanya terfokus pada fisik, melainkan juga penguatan kualitas manusia.

“Jika kita ingin Kalimantan Timur tumbuh pesat, maka anak-anak harus mendapat pendidikan yang layak, layanan kesehatan yang baik, serta akses ke teknologi. Tidak boleh ada lagi anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi,” tegasnya.

Rangkaian peluncuran Gratispol juga diisi berbagai kegiatan partisipatif, seperti pameran layanan publik, diskusi interaktif, lomba, peragaan busana, hingga donor darah.

Di puncak acara, ditandatangani nota kesepahaman antara Pemprov Kaltim dan 53 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Pemerintah daerah juga menggandeng berbagai pihak seperti pengelola rumah ibadah, penyedia layanan kesehatan, penyelenggara internet, serta pengembang perumahan sebagai mitra pendukung pelaksanaan program.

Dalam kesempatan itu, Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa arah kebijakan daerah selaras dengan agenda nasional, termasuk Nawacita dari Presiden Joko Widodo serta delapan Astacita dari Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Ia mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perubahan global.

“Kita sedang berada di era bonus demografi. Kalau kita gagal menyiapkan generasi hari ini, maka kita gagal sebagai bangsa. Tapi bila berhasil mencetak 25 hingga 30 persen generasi unggul, Kalimantan Timur akan menjadi provinsi yang luar biasa,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif mengawal pelaksanaan Gratispol, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok yang membutuhkan.

Peluncuran program ini sekaligus menjadi tonggak bahwa kebijakan pembangunan di Kaltim kini semakin menempatkan manusia sebagai pusat dari seluruh perencanaan dan aksi pemerintah. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *