Timesnusantara.com — Samarinda. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menetapkan target ambisius untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025, yakni sebesar Rp1 triliun. Angka ini dipasang setelah pencapaian PAD 2024 yang sukses melampaui ekspektasi.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyebut bahwa capaian tahun lalu menunjukkan sinyal positif bagi kemampuan Kota Tepian dalam mengelola sumber-sumber pendapatan daerah. Pada 2024, PAD ditutup dengan realisasi Rp972 miliar, lebih tinggi dari target awal sebesar Rp875 miliar.
“Kita optimistis tahun depan bisa tembus Rp1 triliun, selama perangkat daerah bekerja dengan terukur dan terarah,” ujar Iswandi, Jum’at (25/4/2025).
Untuk mewujudkan target tersebut, DPRD melakukan peninjauan kinerja terhadap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam pengelolaan PAD. Penyesuaian program dan efisiensi anggaran menjadi sorotan penting. Iswandi menekankan bahwa setiap rencana kerja harus berdasarkan data dan kebutuhan riil, bukan hanya formalitas atau kegiatan seremonial.
Dalam forum dengar pendapat bersama Disporapar Samarinda, Komisi II juga mengungkap keprihatinan terhadap minimnya anggaran untuk sektor pariwisata. Dari total dana Rp64 miliar yang dikelola Disporapar, hanya Rp4 miliar dialokasikan untuk pengembangan wisata. Padahal, sektor ini diyakini menyimpan potensi besar dalam mendongkrak PAD.
“Kalau ingin menarik kunjungan dan investasi, sektor pariwisata harus diangkat. Jangan hanya jadi pelengkap,” tegasnya.
DPRD juga menyoroti perizinan dan retribusi daerah sebagai sektor strategis yang perlu direformasi. Dengan regulasi yang lebih adaptif tanpa meninggalkan transparansi, Samarinda diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang menarik sekaligus menjaga hak-hak masyarakat.
“Target Rp1 triliun bukan semata angka. Itu cerminan harapan kita pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif, di mana kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” tutup Iswandi. (R)
