Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Kondisi memprihatinkan fasilitas di SD 007 Sambutan, Samarinda, menjadi perhatian serius anggota Komisi I DPRD Samarinda, Markaca. Ia menyoroti buruknya sarana prasarana sekolah yang telah berdiri sejak lama namun belum mengalami perbaikan signifikan, meski menampung ratusan siswa.

Markaca menyatakan keprihatinannya terhadap minimnya fasilitas dasar di sekolah tersebut. Dari laporan yang ia terima dari komite sekolah, diketahui SD 007 hanya memiliki dua toilet yang digunakan oleh seluruh siswa dan guru.

“Ini sungguh miris. Sekolah dengan jumlah siswa sebanyak itu, hanya disediakan dua toilet. Jelas ini tidak sesuai dengan standar pelayanan minimal pendidikan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, pihak sekolah telah menyampaikan keluhannya melalui proposal resmi, dan langkah itu diapresiasi karena menunjukkan kepedulian terhadap kualitas pendidikan. Menurut Markaca, kenyamanan dan kebersihan lingkungan sekolah berpengaruh besar terhadap semangat belajar siswa.

Ia pun telah menghubungi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin, untuk menyampaikan langsung kondisi sekolah tersebut. Ia mendesak agar instansi terkait turun langsung melakukan peninjauan, bukan hanya mengandalkan laporan administratif.

“Pendidikan dasar harus menjadi prioritas. Jangan sampai kondisi seperti ini terus dibiarkan. Komite dan kepala sekolah sudah bertindak, tinggal pemerintah bergerak,” tegasnya.

Selain soal toilet, Markaca juga menyoroti kondisi ruang kelas yang disebut tak layak untuk proses belajar-mengajar. Ia mendorong agar ada perhatian menyeluruh dalam peningkatan infrastruktur pendidikan, termasuk pengadaan sarana belajar yang lebih baik.

Disdikbud Samarinda, menurutnya, telah merespons dan berjanji akan segera meninjau lokasi. Namun Markaca memastikan, dirinya akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kepastian anggaran dan realisasi perbaikan.

“Kalau tidak bisa semuanya dalam waktu dekat, setidaknya perbaikan toilet bisa segera dilakukan dulu. Ini menyangkut hak dasar anak-anak untuk mendapatkan lingkungan belajar yang sehat dan aman,” pungkasnya.

Langkah pengawasan yang dilakukan Markaca menjadi refleksi bahwa masih banyak pekerjaan rumah dalam membenahi sektor pendidikan, terutama pada level sekolah dasar yang seharusnya menjadi fondasi kuat bagi masa depan generasi muda Samarinda. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *