Timesnusantara.com – Kukar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Disdikbud Kukar) mengajak sekolah-sekolah untuk lebih serius membina kegiatan ekstrakurikuler seni dan budaya.
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrillian Noor, menyoroti kecenderungan sekolah yang hanya menampilkan bakat siswa saat momen perpisahan, bukan sebagai bagian dari pembinaan rutin.
“Kalau mau menampilkan anak-anak dalam tarian, jangan tunggu momen perpisahan. Kalau perlu, tiga bulan sekali buat pola-pola seni, ekskul, dan tampilkan seperti itu,” ujarnya, Sabtu (24/5/2025).
Menurut Thauhid, seni dan budaya seharusnya menjadi bagian dari proses pembelajaran karakter, bukan hanya sebagai hiburan saat acara pelepasan siswa. Dengan kata lain, kegiatan seperti tari, musik, atau drama perlu masuk dalam agenda berkala sekolah.
“Jangan alasannya ingin menampilkan anak-anak, tapi baru dilakukan saat perpisahan. Kita ingin pembinaan ekskulnya dilakukan sejak awal. Jadi lakukan secara rutin, bukan hanya menjelang perpisahan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam membangun ruang ekspresi bagi siswa. Dengan pentas seni yang digelar secara berkala, siswa tidak hanya terlatih dalam keterampilan, tetapi juga dalam rasa percaya diri, tanggung jawab, dan kerja sama tim.
Meski begitu, Thauhid mengakui masih minim sekolah yang memiliki pola tersebut.
“Kalau ditanya apakah sejauh ini ada sekolah yang menampilkan kesenian atau kebudayaan secara rutin, saya belum terdeteksi,” katanya.
Kondisi ini, menurutnya, menjadi sinyal bahwa perhatian terhadap penguatan seni budaya di sekolah masih perlu ditingkatkan. Ia mendorong para kepala sekolah dan guru pendamping agar tidak menunggu momen-momen besar untuk mulai bergerak.
Ia berharap, pentas seni triwulanan bisa menjadi budaya baru di sekolah. Kegiatan ini tidak harus besar dan mewah, cukup di lingkungan sekolah, dengan audiens dari kalangan siswa, guru, dan orang tua.
“Kalau kita ingin mengembangkan budaya dan menampilkan anak-anak, ya tiga bulan sekali tampilkan mereka di kegiatan seni sekolah. Kenapa harus menunggu perpisahan?” pungkas Thauhid.
(Adv. R)
