Timesnusantara.com – Kukar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Disdikbud Kukar) terus mematangkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait penetapan kawasan budaya di sekitar Titik Nol Tenggarong. Progresnya telah mencapai 90 persen dan ditargetkan rampung tahun ini.
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrillian Noor, mengungkapkan bahwa kawasan ini nantinya tidak hanya menjadi pusat pelestarian budaya, tetapi juga akan difungsikan sebagai area Car Free Day yang lebih luas dan dinamis.
“Kalau ada kajian tambahan lagi, itu karena kawasan ini akan kita jadikan kawasan Car Free Day. Akan ada diskusi lanjutan untuk pengembangannya,” ujarnya Sabtu, (24/5/2025).
Selama ini, aktivitas budaya dan keramaian masyarakat cenderung terpusat di sekitar Kedaton dan Museum Mulawarman. Karena itu, pemerintah berencana memperluas zona aktivitas ke arah hulu, memanfaatkan jalur pinggir Sungai Mahakam.
“Keluhannya selama ini terlalu menumpuk di sekitar Kedaton dan museum. Maka akan kita perpanjang ke arah hulu, yaitu jalur pinggir sungai, bukan hanya jalur darat,” jelas Thauhid.
Meski Perbup-nya masih dalam tahap harmonisasi, proses pembangunan kawasan budaya terus berjalan. Disdikbud Kukar memastikan bahwa pembenahan fisik dan pengembangan kegiatan budaya tetap menjadi prioritas.
Menurut Thauhid, kawasan ini akan menjadi ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai destinasi budaya, tetapi juga ruang sosial yang sehat dan edukatif bagi masyarakat Tenggarong.
“Targetnya tahun ini bisa selesai. Jadi secara paralel, pembangunan tetap jalan sambil kita tuntaskan proses regulasinya,” tambahnya.
Dengan pendekatan menyeluruh ini, Kukar diharapkan memiliki kawasan budaya yang hidup, berkelanjutan, dan mampu menjadi daya tarik wisata lokal berbasis kearifan budaya.
(Adv. R)
