Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kukar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara menegaskan akan mendorong pelestarian Bahasa Kutai melalui jalur pendidikan.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrillian Noor, menyebut bahwa muatan lokal Bahasa Kutai akan diterapkan di semua sekolah, namun masih perlu pembiasaan agar benar-benar menjadi bahasa sehari-hari.

“Di Kutai itu sebenarnya tiap hari orang berbahasa Kutai. Tapi belum tentu kita benar-benar bisa ‘ngapeh’ Bahasa Kutai, karena sering campur-campur dengan Bahasa Indonesia,” ujar Tho’i usai menghadiri Grand Final Duta Budaya, Sabtu (24/5/2025).

Menurutnya, penanaman bahasa daerah tak cukup hanya lewat kurikulum. Dibutuhkan keberanian dan kebiasaan untuk menggunakan Bahasa Kutai secara aktif, baik dalam lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Penampilan kolosal Bekesah dalam acara tersebut dinilai menjadi salah satu upaya konkret untuk menunjukkan bentuk asli dan khas Bahasa Kutai kepada masyarakat luas. Terlebih, di beberapa wilayah Kukar yang didominasi penduduk non-Kutai, penggunaan Bahasa Kutai masih minim.

“Kami tetap berharap masyarakat bisa melihat seperti apa Bekesah Kutai itu. Ngapehnya orang Kutai itu seperti itu. Dan itu perlu didengar, dilihat, lalu dibiasakan,” lanjutnya.

Nantinya, pelibatan guru dan lingkungan sekolah dalam pembinaan Bahasa Kutai akan lebih ditingkatkan. Menurutnya, jika pelatihan dan praktik dilakukan konsisten, maka bahasa daerah ini akan lebih mudah bertahan di tengah arus globalisasi.

“Kalau pembinaan itu dilakukan dengan serius lewat muatan lokal, kita akan punya dasar kuat. Bahasa itu akan tetap hidup kalau digunakan dan diajarkan,” tegasnya.

(Adv. R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *