Bagikan ๐Ÿ‘‡

Timesnusantara.com โ€” Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) resmi menyampaikan nota penjelasan awal terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2025โ€“2029 dalam Rapat Paripurna ke-15 DPRD Kaltim, Rabu (28/5/2025). Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, hadir langsung menyampaikan sambutan dan mengajak seluruh unsur legislatif untuk memperkuat sinergi dalam menyusun dokumen arah pembangunan lima tahun ke depan.

“Alhamdulillah, kita diberi kesempatan untuk hadir dalam forum yang terhormat ini, dalam keadaan sehat, guna menyampaikan nota penjelasan terhadap RPJMD Kaltim 2025โ€“2029,” ujar Seno Aji mengawali pidatonya.

Ia menegaskan bahwa penyusunan RPJMD merupakan kewajiban konstitusional setiap pemerintah daerah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

โ€œRPJMD ini adalah penjabaran visi dan misi kepala daerah, yang harus ditetapkan dalam Perda paling lambat enam bulan setelah pelantikan,โ€ tegasnya.

Seno Aji mengapresiasi DPRD Kaltim atas dukungan selama proses penyusunan dokumen ini. Menurutnya, sinergi yang terjalin antara eksekutif dan legislatif menjadi fondasi penting bagi keberhasilan pembangunan ke depan.

RPJMD 2025โ€“2029 ini dirancang untuk mendukung visi besar ‘Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas 2045.’ Visi tersebut diurai menjadi dua pilar utama: menjadikan Kaltim sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia, serta mendorong lahirnya generasi muda yang cerdas, sehat, produktif, dan berakhlak mulia.

Enam misi pembangunan dijabarkan dalam dokumen ini, antara lain pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas kehidupan beragama dan pelestarian budaya, hingga perlindungan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

“Seluruh misi ini selanjutnya diturunkan menjadi tiga tujuan utama pembangunan, yaitu Kaltim yang sukses, terbangunnya generasi emas, dan tata kelola pemerintahan yang baik,” lanjut Seno.

Dalam pidatonya, Seno Aji juga menyoroti dua program unggulan yang menjadi penggerak utama pembangunan lima tahun mendatang: Program GratisPol (Gratis Pelayanan Optimal untuk Layanan Dasar) dan Program JOSPOL (Jokowi-Seno Politik Pembangunan Lokal).

Program GratisPol akan menghadirkan tujuh layanan publik gratis, seperti pendidikan hingga jenjang S3, layanan kesehatan berkualitas, bebas stunting, internet desa, seragam sekolah gratis, pembebasan biaya administrasi kepemilikan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dan program perjalanan religi bagi petugas rumah ibadah.

Sementara Program JOSPOL dirancang dengan sembilan arah kegiatan strategis, termasuk hilirisasi industri, pengembangan teknologi dan inovasi, pemberdayaan UMKM, konektivitas infrastruktur, revitalisasi sungai Mahakam, serta penguatan ketahanan pangan daerah.

โ€œDua program ini tidak sekadar menjawab kebutuhan nyata masyarakat hari ini, tetapi juga menjadi alat percepatan transformasi Kaltim menuju pusat pertumbuhan nasional,โ€ ucap Seno Aji.

Menutup sambutannya, ia kembali menegaskan pentingnya kolaborasi aktif seluruh pihak agar dokumen RPJMD yang disusun dapat disahkan tepat waktu dan memiliki kualitas yang sesuai dengan harapan bersama.

โ€œKami berharap dukungan penuh dari ketua DPRD, para wakil ketua, ketua fraksi, serta seluruh anggota dewan yang terhormat. Karena hanya dengan sinergi yang kuat, arah pembangunan ke depan benar-benar bisa mewakili aspirasi masyarakat Kaltim,โ€ pungkasnya. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *