Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur (DPKH Kaltim), Fahmi Himawan, mendampingi Wakil Gubernur Seno Aji dalam penyerahan hewan kurban bantuan Presiden RI, Prabowo Subianto, kepada Masjid Bedar Ar‑Rasyidin, Loa Bakung, Samarinda, sehari setelah Salat Idul Adha di Islamic Center.

Fahmi menjelaskan, total ada 13 ekor sapi kurban dari Presiden RI yang dibagikan untuk berbagai daerah di Kaltim. Dua di antaranya diserahkan khusus ke Ibu Kota Nusantara (IKN), sementara sisanya untuk 11 kabupaten/kota, termasuk satu ekor untuk masjid Bedar Ar‑Rasyidin dan satu ekor untuk Masjid Pelita di Samarinda.

Menurutnya, kriteria sapi kurban presiden cukup ketat, yaitu jantan, usia minimal dua tahun, sehat, tidak cacat, serta bobot minimal 800 kg. Namun, ia menyadari bahwa sebagian daerah di Kaltim masih sulit memasok sapi berbobot sebesar itu. Di Kabupaten Mahulu misalnya, sapi Bali lokal hanya mencapai berat sekitar 400 kg.

Karena itu pemerintah pusat mengambil kebijakan fleksibel: mengizinkan dua sapi berat total mendekati standar 800 kg untuk daerah terkait, daripada memaksakan satu ekor berat besar dari sumber luar.

Untuk Samarinda, kata Fahmi, sapi yang diserahkan berhasil memenuhi syarat berat tinggi, sekitar 960 kg dan masih bertambah 1 kg per harinya, jenis limosin cross brahman.

Semua sapi telah dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), menjamin bebas antraks, lumpy skin disease, dan PMK. Pengawasan dilakukan sebelum dan setelah penyembelihan melalui proses anti-mortem dan post-mortem.

“Kriteria awal harus bobotnya di atas 800 kg. Sapi di Samarinda termasuk yang punya lebih dari 10 ekor,” ujarnya .

Ia menegaskan penyerahan sapi presiden ini juga memiliki nilai sosial dan ekonomi. Peternak lokal diuntungkan dengan tetap menerima harga sesuai kualitas, sementara masyarakat menerimakan daging kurban sesuai syariat.

“Hewan dipelihara peternak lokal, jadi tetap ada keuntungan bagi mereka. Semua sapi sudah punya SKKH dan tetap dipantau kesehatannya,” tambah Fahmi.

Pelaksanaan distribusi sapi dilakukan sebelum Iduladha, sesuai permintaan panitia masjid setempat. Beban pemeliharaan hingga hari-H masih menjadi tanggung jawab peternak, memastikan hewan tetap sehat sebelum diserahkan.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memenuhi aspek syariat, tapi juga memperkuat kemandirian dan pemberdayaan peternakan lokal di Kaltim serta meningkatkan jiwa kebersamaan berkurban di tengah meningkatnya daya beli hewan kurban. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *