Timesnusantara.com — Samarinda. Keberadaan teknologi digital yang kian melekat dalam kehidupan sehari-hari menjadi sorotan serius dari anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kalti.), Damayanti. Ia menyampaikan kekhawatirannya terhadap kecenderungan generasi muda yang terlena dalam kemudahan teknologi hingga melupakan semangat belajar dan pengembangan diri.
“Teknologi semestinya mempermudah jalan menuju kemajuan, bukan justru menjebak dalam kenyamanan berlebihan,” ujarnya, Senin (9/6/2025).
Damayanti menilai bahwa penggunaan perangkat digital secara berlebihan tanpa arah yang jelas justru menggerus semangat belajar.
Ia menyebutkan, kemajuan teknologi kerap disalahgunakan untuk kegiatan pasif, seperti menonton konten hiburan tanpa batas, yang mengalihkan perhatian dari aktivitas intelektual yang produktif.
“Bila anak muda lebih hafal tren media sosial daripada isi buku pelajaran, itu tanda kita sedang menghadapi krisis orientasi belajar,” tegasnya.
Menurutnya, ancaman nyata tak hanya datang dari penggunaan teknologi yang tak terarah, tetapi juga dari masuknya budaya asing yang dapat mempengaruhi cara berpikir dan bertindak generasi penerus bangsa.
Ia menekankan pentingnya membangun filter informasi agar generasi muda tidak terjerumus dalam arus informasi yang tak selalu mendidik.
“Kita tidak anti-budaya luar, tapi harus bijak memilah. Generasi muda perlu punya daya kritis, bukan sekadar ikut-ikutan,” katanya.
Damayanti mendorong agar kegiatan literasi seperti membaca, berdiskusi, dan menulis kembali dihidupkan sebagai fondasi pembentukan karakter generasi masa depan.
Ia menegaskan bahwa kualitas moral dan wawasan intelektual pemuda hari ini akan menentukan arah bangsa ke depan.
“Sepuluh tahun dari sekarang, mereka yang hari ini masih menimba ilmu akan menjadi pemimpin. Kita harus pastikan mereka siap, bukan hanya secara teknis, tapi juga mental dan nilai-nilai kebangsaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ketua Fraksi PKB itu menyerukan pentingnya membangun generasi muda yang aktif mengambil peran dan berani menantang arus kemudahan instan.
Ia berharap anak muda Kaltim mampu tumbuh menjadi pribadi yang berdaya saing dan memiliki visi besar untuk negeri.
“Bangun karakter dari sekarang. Jangan tunggu nanti. Arah masa depan ada di tangan kalian yang siap berpikir besar dan bertindak nyata,” pungkasnya. (Adv/dprdkaltim)
